← Beranda
Dolar AS Diprediksi Menguat, Rupiah Pekan Depan Berpotensi Tembus Rp 18.000
Djati Waluyo• Minggu, 11 Oktober 2026 | 16.21 WIB
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih akan tertekan pada perdagangan periode 12 hingga 16 Oktober 2026.

Pengamat Ekonomi dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah salah satunya dipengaruhi oleh masih kuatnya potensi penguatan dolar AS.

“Untuk mata uang rupiah dalam perdagangan minggu depan. Kemungkinan besar rangenya itu di Rp 17.780 sampai di Rp 18.060,” ujar Ibrahim dalam pesan suara yang diterima, Minggu (11/10).

Baca Juga: 5 Tips Belanja Skincare saat Promo agar Tidak Boros dan Aman

Ibrahim mengatakan, untuk pergerakan mata uang negeri Paman Sam pada pekan depan masih akan melanjutkan penguatan yang cukup signifikan.

“Dalam perdagangan minggu depan kemungkinan besar ini masih akan cukup tajam penguatannya. Ya supportnya di 101.50 kemudian resistenya di 103.00,” ujarnya.

Ia mengatakan, pergerakan nilai tukar mata uang juga sangat dipengaruhi kondisi geopolitik dunia seperti masih berlangsungnya perang di Timur Tengah meskipun Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat sedang melakukan diskusi produktif dengan Teheran.

Walaupun Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa masih ada peninjuan tentang proposal dan akan memberikan tanggapan dalam beberapa hari ke depan.

“Tetapi pada intinya bahwa permasalahan Amerika dan Iran itu adalah tentang masalah reaktor nuklir, pengayaan uranium. Ini yang kunci krusialnya. Sehingga kemungkinan besar apa yang dilakukan oleh Trump dengan AKMAP yang dilakukan oleh Amerika dan Iran, kemungkinan besar tidak akan ada satu kesepakatan,” ucapnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah