JawaPos.com - Emas masih menjadi salah satu pilihan investasi untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Namun, sebelum membeli logam mulia, masyarakat perlu memperhatikan sejumlah hal, mulai dari tujuan investasi, kadar dan berat emas, harga beli, hingga selisih harga jual kembali atau buyback agar aset yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan.
Emas kerap dipilih sebagai instrumen untuk diversifikasi aset karena memiliki karakteristik berbeda dibandingkan saham atau instrumen investasi lainnya. Meski demikian, harga emas tetap dapat berfluktuasi sehingga pembelian perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan dan rencana penggunaan dana.
Bagi investor pemula, memahami cara membeli emas batangan menjadi langkah penting sebelum mengalokasikan uang ke logam mulia. Dengan mengetahui harga, keaslian, serta ketentuan penjualan kembali, pembeli dapat memperhitungkan potensi keuntungan dan risiko sejak awal.
Baca Juga: Ramalan Karier Zodiak Libra Minggu, 11 Oktober 2026: Tegas Mengambil Keputusan
1. Tentukan Tujuan Membeli Emas
Sebelum membeli emas, tentukan terlebih dahulu tujuan investasinya. Apakah untuk tabungan jangka panjang, dana pendidikan, persiapan kebutuhan keluarga, atau diversifikasi aset?
Tujuan tersebut akan memengaruhi pilihan berat emas dan strategi pembelian. Emas batangan dengan ukuran kecil, misalnya, dapat menjadi pilihan bagi pembeli yang ingin mencicil investasi secara bertahap.
Sementara itu, ukuran yang lebih besar perlu dipertimbangkan dengan memperhitungkan kemampuan keuangan dan kebutuhan likuiditas.
Baca Juga: Ramalan Karier Zodiak Libra Minggu, 11 Oktober 2026: Tegas Mengambil Keputusan
Masyarakat juga sebaiknya tidak menggunakan seluruh dana darurat untuk membeli emas. Dana untuk kebutuhan mendesak tetap perlu tersedia dalam bentuk yang mudah dicairkan tanpa harus menjual aset investasi.
2. Periksa Harga Beli dan Selisih Harga Jual Kembali
Harga emas dapat berubah mengikuti perkembangan pasar. Karena itu, calon pembeli sebaiknya memeriksa harga terbaru sebelum bertransaksi, bukan hanya mengandalkan informasi harga dari hari sebelumnya.
Selain harga beli, perhatikan pula harga jual kembali atau buyback. Selisih antara harga pembelian dan harga jual kembali menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah transaksi menghasilkan keuntungan atau justru kerugian.
Sebagai contoh, jika emas dibeli dengan harga Rp 1,5 juta per gram, tetapi pada saat yang sama harga jual kembalinya hanya Rp 1,4 juta per gram, terdapat selisih Rp 100 ribu per gram yang perlu diperhitungkan. Angka tersebut hanya ilustrasi, bukan harga pasar terkini.
Karena itu, emas lebih tepat dipertimbangkan untuk tujuan jangka menengah hingga panjang. Membeli dan menjualnya dalam waktu singkat dapat membuat investor lebih rentan terhadap perubahan harga dan selisih transaksi.
Baca Juga: Ferry Hongkiriwang Dinilai Punya Peran Dominan, Pengamat Pertanyakan Tak jadi Tersangka Kasus Febrie
3. Pilih Emas dengan Keaslian dan Sertifikasi yang Jelas
Keaslian merupakan aspek penting saat membeli logam mulia. Pastikan emas berasal dari produsen atau penjual tepercaya, dilengkapi identitas produk dan dokumen yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Periksa pula informasi mengenai berat, kadar kemurnian, serta nomor seri atau fitur verifikasi apabila tersedia pada produk yang dibeli.
Simpan bukti transaksi dan kemasan produk dengan baik. Ketentuan mengenai kemasan, dokumen, dan prosedur penjualan kembali dapat berbeda antara produsen maupun tempat transaksi sehingga sebaiknya dipahami sejak awal.
Baca Juga: Ramalan Kesehatan Zodiak Virgo Minggu, 11 Oktober 2026: Redakan Pikiran dan Pulihkan Energi
Membeli dari saluran resmi juga membantu pembeli memperoleh informasi harga dan ketentuan transaksi yang lebih jelas.
4. Sesuaikan Berat Emas dengan Kemampuan Keuangan
Emas batangan tersedia dalam beragam ukuran, mulai dari pecahan kecil hingga batangan dengan berat lebih besar. Pilihan ukuran sebaiknya didasarkan pada anggaran, bukan semata-mata mengejar jumlah gram sebanyak mungkin.
Perhatikan juga bahwa harga per gram dapat berbeda menurut ukuran produk. Pecahan kecil dalam kondisi tertentu memiliki biaya relatif per gram lebih tinggi dibandingkan ukuran yang lebih besar.
Bagi investor yang baru memulai, pembelian secara bertahap dapat membantu mengatur arus kas dan mengurangi risiko mengalokasikan dana terlalu besar pada satu waktu. Namun, strategi ini tetap perlu mempertimbangkan biaya transaksi serta harga yang berlaku saat pembelian dilakukan.
5. Siapkan Tempat Penyimpanan yang Aman
Setelah membeli emas fisik, pembeli perlu memikirkan cara menyimpannya. Ukurannya yang relatif kecil membuat emas mudah dibawa, tetapi juga berisiko hilang atau dicuri apabila tidak disimpan dengan baik.
Baca Juga: Ramalan Karier Zodiak Virgo Minggu, 11 Oktober 2026: Tingkatkan Efisiensi dan Ketelitian
Emas dapat disimpan di tempat terkunci yang aman atau menggunakan fasilitas penyimpanan khusus sesuai kebutuhan. Pertimbangkan pula biaya penyimpanan jika memilih layanan berbayar.
Untuk emas yang disimpan sendiri, batasi informasi mengenai lokasi penyimpanannya dan pastikan bukti pembelian tersimpan secara terpisah.
6. Jangan Menganggap Harga Emas Selalu Naik
Emas sering dipandang sebagai aset pelindung nilai atau safe haven ketika ketidakpastian ekonomi meningkat. Meski demikian, harga emas tidak selalu bergerak naik dan tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk nilai tukar, suku bunga, permintaan global, serta kondisi geopolitik.
Artinya, emas bukan instrumen yang menjamin keuntungan. Investor perlu mempertimbangkan jangka waktu investasi, kebutuhan likuiditas, dan komposisi aset secara keseluruhan.
Membandingkan emas dengan instrumen lain juga penting agar keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada tren atau kekhawatiran tertinggal ketika harga sedang meningkat.
ANTAM Dukung Perayaan 30 Tahun UNGU
Di tengah pembahasan mengenai emas sebagai aset investasi, PT ANTAM (Persero) Tbk juga mengumumkan dukungannya terhadap industri kreatif nasional. Perusahaan tersebut menjadi sponsor utama konser ANTAM Presents UNGU – Waktu Yang Dinanti: Final Chapter, yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial ANTAM, Handi Sutanto, mengatakan musik dan emas memiliki kesamaan dalam nilai yang bertahan seiring waktu.
“Spirit itulah yang kami lihat sejalan dengan ANTAM, yaitu nilai yang dibangun melalui kepercayaan dan tumbuh bersama masyarakat dari generasi ke generasi,” ujar Handi.
Baca Juga: Toprak Cicipi Ketoprak, Tony Arbolino Jadi Penjual Jagung Bakar di MotoGP Mandalika
Konser tersebut menjadi bagian dari perayaan 30 tahun perjalanan UNGU sejak dibentuk di Jakarta pada 1996. Acara berdurasi lebih dari dua jam itu akan menghadirkan Lesti Kejora, Rossa, Andien, Kiesha Alvaro, dan Zara Leola sebagai bintang tamu.
Handi berharap konser tersebut tidak hanya menjadi perayaan perjalanan musik UNGU, tetapi juga turut mendukung perkembangan ekonomi kreatif Indonesia.
“Ekonomi kreatif tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi sekaligus kebanggaan nasional. Kami berharap tanggal 30 Oktober nanti benar-benar menjadi ‘Waktu Yang Dinanti’, bagi UNGU, bagi Cliquers, dan bagi kita semua yang ingin merayakan karya dan kebanggaan Indonesia,” tutup Handi.