← Beranda
Produksi MedcoEnergi Semester I capai 170 Ribu Boepd, Gas 72 Persen
Antara• Rabu, 23 September 2026 | 16.55 WIB
Fasilitas Produksi Gas Suban, Blok Corridor. (Dok. MedcoEnergi)

 

JawaPos.com - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mencatatkan kinerja yang solid selama semester I 2026 dengan produksi minyak dan gas bumi mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (boepd), di mana gas menyumbang sekitar 72 persen dari total produksi.

Ronald Gunawan, CEO MedcoEnergi, menyampaikan bahwa hasil semester pertama mencerminkan keandalan perseroan dalam eksekusi proyek dan manajemen operasi produksi.

“Fokus kami sepanjang semester ini adalah memastikan aset-aset utama beroperasi optimal dan proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal," tutur Ronald dalam rilis laporan kinerja perseroan semester I 2026, dikutip Rabu (23/9).

Ronald menyampaikan capaian tersebut ditopang oleh kinerja blok-blok migas perseroan, yaitu volume produksi Blok Corridor seiring tambahan hak partisipasi dan kinerja produksi Lapangan Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B. Kemudian juga dari pengeboran pengembangan lapangan Bualuang di Thailand, selesainya proyek Bisat C di Blok 60 Oman, serta kontribusi produksi penuh dari proyek Senoro Fase 2A.

"Senoro Fase 2A telah beroperasi penuh pada Juni, dan Sakakemang tetap on track untuk gas pertama pada kuartal ketiga 2027. Ini adalah fondasi pertumbuhan kami ke depan,” ujar Ronald.

Pada semester pertama ini, perseroan juga menandatangani Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Nawasena di Jawa Timur dan Blok Cendramas di Malaysia, di mana perseroan ditunjuk sebagai operator yang menandai operasi produksi pertama di Malaysia.

Segmen ketenagalistrikan mencatat penjualan listrik 2.323 GWh, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu, ditopang keandalan operasi Dalle Energy Batam (DEB), ekspansi Energi Listrik Batam (ELB), dan operasi di PLTS Bali Timur.

Energi terbarukan menyumbang sekitar 25 persen dari total penjualan listrik, sejalan dengan strategi transisi energi perseroan. Sementara investasi pertambangan tembaga dan emas pada PT Amman Mineral Internasional memberikan kontribusi positif seiring beroperasinya smelter dengan kapasitas penuh.

Dari sisi keuangan, MedcoEnergi membukukan pendapatan sebesar USD 1,41 miliar, dan laba kotor sebesar USD 588 juta. Biaya kas produksi minyak dan gas terjaga di USD 8,4 per barel setara minyak, di bawah panduan tahun ini.

Sementara untuk laba bersih semester I yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD 275 juta, membaik dari periode yang sama tahun lalu seiring meningkatnya produksi minyak dan gas, dan membaiknya harga minyak dunia serta kontribusi Amman Mineral setelah operasi smelter berjalan secara penuh.

Ronald menjelaskan bahwa pihaknya mempertahankan panduan kinerja 2026 dengan target produksi minyak dan gas sebesar 165–170 mboepd serta penjualan ketenagalistrikan sebesar 4.550 GWh dan mempertahankan biaya kas produksi minyak dan gas di bawah 10 dolar AS per barel setara minyak.

Seiring dengan komitmen berinvestasi pada peluang-peluang pertumbuhan yang bernilai tambah, perseroan menaikkan panduan belanja modal tahun 2026 menjadi USD 450-475 juta untuk segmen migas, serta hingga USD 50 juta untuk segmen ketenagalistrikan.

EDITOR: Estu Suryowati