JawaPos.com - PT PLN (Persero) memperkuat keandalan sistem kelistrikan di wilayah Jakarta dan Banten. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pasokan listrik ke sejumlah fasilitas strategis termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Koordinasi dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban DKI Jakarta dan Banten (UP2B Jakban) bersama PT PLN Indonesia Power (IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Banten 3 Lontar memperkuat koordinasi operasional untuk menjaga keandalan Subsistem Lontar–Balaraja 1,2–Kembangan 1,2 di wilayah DKI Jakarta dan Banten.
General Manager PLN UIP2B JAMALI, Munawwar Furqan mengatakan bahwa pengoperasian sistem kelistrikan membutuhkan koordinasi yang baik antara pembangkit dan pengatur sistem, khususnya pada subsistem yang menopang kebutuhan listrik di wilayah dengan aktivitas tinggi.
“Koordinasi menjadi salah satu langkah preventif yang penting untuk meningkatkan kesiapan sistem sekaligus mendukung pengambilan keputusan ketika menghadapi kondisi operasi yang membutuhkan penanganan bersama,” ungkap Munawwar dalam keterangannya, Selasa (29/9).
Subsistem Lontar–Balaraja 1,2–Kembangan 1,2 merupakan salah satu bagian penting dalam sistem kelistrikan yang mendukung pasokan listrik ke berbagai pusat aktivitas di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Keberadaan kedua fasilitas tersebut sebagai simpul transportasi dan pusat berbagai aktivitas masyarakat membuat kesiapan sistem kelistrikan menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas di wilayah tersebut.
Melalui kegiatan koordinasi tersebut, PLN UP2B Jakban bersama PLN IP UBP Banten 3 Lontar menyamakan langkah dalam mendukung pengoperasian sistem yang lebih optimal, mulai dari kesiapan operasional, pola komunikasi antarpetugas, hingga penguatan koordinasi dalam menghadapi berbagai kondisi operasi.
Manager PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten, Akhmad Duli, mengatakan bahwa keandalan sistem merupakan hasil dari kolaborasi yang terbangun secara konsisten di seluruh lini operasional PLN.
“Menjaga keandalan sistem membutuhkan sinergi yang kuat antarunit. Koordinasi seperti ini menjadi ruang untuk menyatukan persepsi, memperkuat komunikasi, serta memastikan setiap langkah operasional berjalan selaras sehingga pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga dengan baik,” ujar Duli.
Sementara itu, Manager Operasi PLN IP UBP Banten 3 Lontar, Berlison Haloho, menyampaikan bahwa koordinasi antara sisi pembangkitan dan pengaturan sistem menjadi hal penting untuk memastikan kesiapan pembangkit dalam mendukung kebutuhan sistem kelistrikan.
“Dari sisi pembangkitan, kami terus memastikan kesiapan unit dan menjaga komunikasi yang baik dengan UP2B. Dengan koordinasi yang dilakukan secara intensif, setiap kondisi operasi dapat diantisipasi dan ditindaklanjuti dengan cepat sehingga pembangkit dapat memberikan dukungan optimal terhadap keandalan sistem,” ungkap Berlison.