← Beranda
Kolaborasi Indonesia dan Jerman Dorong Energi Terbarukan Ketenagalistrikan
Dimas Choirul• Kamis, 1 Oktober 2026 | 05.09 WIB
Kunjungan Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ) Jerman ke PT PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) di Depok, Jawa Barat (Istimewa).

JawaPos.com - Indonesia dan Jerman membahas tantangan integrasi energi terbarukan ke dalam sistem kelistrikan. Kerja sama ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan akan sistem listrik yang semakin andal, adaptif, dan mampu mengakomodasi pertumbuhan energi baru terbarukan (EBT).

 

Pembahasan tersebut mengemuka dalam kunjungan Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ) Jerman ke PT PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) di Depok, Jawa Barat.

 

Delegasi dipimpin oleh Christine Toetzke selaku Director General Asia, Latin America, Middle East, Eastern/South Eastern Europe BMZ Germany, serta diikuti perwakilan Kedutaan Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW), dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

 

General Manager PLN UIP2B Jamali Munawwar Furqan, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman sekaligus memperkuat sinergi Indonesia dan Jerman di sektor ketenagalistrikan.

 

“Pertukaran pengetahuan dan pengalaman ini diharapkan dapat mendukung penguatan sistem kelistrikan yang semakin andal, adaptif, dan siap mengakomodasi pertumbuhan EBT di Indonesia,” ujar Munawwar, dikutip Rabu (30/9).

 

Dalam kunjungan tersebut, PLN UIP2B Jamali memaparkan perannya dalam menjaga keandalan dan keseimbangan sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali, termasuk transformasi menuju Advanced Control Center, penguatan perencanaan operasi, serta pemanfaatan teknologi forecasting untuk mendukung peningkatan penetrasi EBT.

Sementara itu, Christine Toetzke mengapresiasi kesempatan untuk melihat secara langsung pengelolaan sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali. Ia menjelaskan bahwa sektor energi merupakan salah satu fokus utama kerja sama pembangunan antara Jerman dan Indonesia, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan.

"Setelah sebelumnya melihat penerapan forecasting dan control system di PLTS Terapung Cirata, kami juga tertarik memahami bagaimana pengendalian sistem Jawa, Madura, dan Bali dilakukan serta tantangan dalam mengintegrasikan energi terbarukan, termasuk rencana pengembangan tenaga surya dalam skala besar di Indonesia,” ujar Christine.

Menurut Christine, Jerman juga menghadapi tantangan dalam integrasi energi terbarukan ke dalam sistem kelistrikan, sehingga pertukaran pengalaman dan pengetahuan antara kedua negara menjadi relevan dalam mendukung transformasi energi

Melalui kunjungan ini, PLN menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus meningkatkan kesiapan sistem dalam mendukung transisi energi nasional. Kolaborasi dengan mitra internasional diharapkan dapat memperkuat kapabilitas, teknologi, dan pengelolaan sistem kelistrikan yang semakin andal dan berkelanjutan.

 

EDITOR: Diar Candra