← Beranda
Bahlil Merangkap Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Fokus Eksekusi Asta Cita
Dimas Choirul• Jumat, 2 Oktober 2026 | 00.18 WIB
Bahlil Lahadalia resmi merangkap jabatan sebagai Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setelah dilantik Presiden hari ini, di Istana, Jakarta, Kamis (1/10). (YouTube Setpres)

JawaPos.com - Bahlil Lahadalia resmi merangkap jabatan sebagai Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Usai dilantik Presiden di Istana Negara Jakarta hari ini, Kamis (1/10), ia menyebut penugasan itu sebagai bagian dari program Presiden dalam Asta Cita.

"Hari ini, alhamdulillah, kami melakukan pelantikan oleh Pak Presiden. Khususnya saya dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus merangkap jadi Menteri ESDM," kata Bahlil kepada wartawan.

Bahlil mengatakan, jabatan tersebut merupakan tanggung jawab negara yang harus diembannya dengan baik.

Baca Juga: Daftar 16 Pejabat Baru jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, dari Bahlil hingga Kapolri

Dia memastikan akan menjalankan kedua penugasan itu, baik sebagai Menteri ESDM maupun Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.

"Saya tahu ini adalah amanah, tanggung jawab negara yang saya harus emban, dan saya akan melaksanakan tugas dengan baik, baik sebagai Menteri ESDM maupun Menko Hilirisasi dan Transisi energi," lanjutnya.

Menurut Bahlil, hilirisasi dan transisi energi merupakan bagian dari program Presiden yang tercantum dalam Asta Cita.

Karena itu, kementerian koordinator yang dipimpinnya akan diarahkan untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut.

"Dan ini harus mampu kita konsolidasikan lewat Kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan," tuturnya.

Baca Juga: Pejabat Baru Kabinet Merah Putih, Sugiono Geser Jadi Menko PMK, Bahlil Rangkap Jabatan Menko

Bahlil menyebut aktivitas Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi untuk sementara akan tetap berpusat di kantor Kementerian ESDM.

Hal itu dilakukan karena sebagian besar investasi hilirisasi berada di sektor energi dan sumber daya mineral.

"Kantornya akan tetap di Kementerian ESDM sambil kita melihat perkembangan, karena saya melihat bahwa fokus kita kan hilirisasi. Dari total investasi, 100%, 90% itu ada di sektor ESDM," jelasnya.

Alasan Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi

Saat disinggung mengenai alasan pembentukan kementerian koordinator baru itu, Bahlil menjelaskan posisi Kemenko sebagai lembaga yang mengoordinasikan kementerian teknis.

"Kalau Menko kan Kemenko aja, Menteri Investasi dan Hilirisasi kan dia menteri teknis. Jadi kementeriannya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi itu di dalam koordinasi Kemenko. Itu aja, kok. Biasa, ya," kata Bahlil.

Baca Juga: Profil Sarmuji, Sekjen Partai Golkar yang Dilantik Prabowo jadi Menperin

Terkait rangkap jabatan, Bahlil mengakui penugasan sebagai Menteri ESDM sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merupakan hal baru baginya.

"Oh iya, ini baru pertama kali saya ditugaskan sebagai Menteri ESDM merangkap Menko," ujarnya.

Bahlil juga menegaskan dirinya tidak ingin memberikan pernyataan di luar kewenangan yang diberikan Presiden melalui Keputusan Presiden (Keppres).

"Saya hanya menjalankan sesuai dengan apa yang diperintahkan dalam Keppres bahwa Presiden, karena mengenai semua kewenangan tentang kepentingan negara ini, itu adalah hak Presiden dan dilibatkan para pembantu-pembantunya," jelasnya.

Dia menegaskan akan menjalankan seluruh penugasan tersebut sesuai keputusan Presiden.

Baca Juga: Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputra kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Komjen Dedi Prasetyo

"Dan sebagai pembantu Presiden yang baik akan taat, tunduk pada apa yang diperintahkan dan apa yang ada dalam Keppres tersebut," imbuh Bahlil.

EDITOR: Bayu Putra