← Beranda
Fokus Percepat Swasembada Energi, Danantara Bakal Investasi Pabrik Etanol
Dimas Choirul• Sabtu, 3 Oktober 2026 | 00.07 WIB
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, kepada wartawan usai acara Executive Breakfast Meeting (EBM) seri ke-6 bertajuk 'Dua Tahun Danantara' di Jakarta Selatan, Jumat (2/10)/(Dimas Choirul/JawaPos.com).

JawaPos.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah menyiapkan investasi pembangunan pabrik etanol. Langkah ini sebagai bagian dari upaya mendorong ketahanan dan swasembada energi nasional. Investasi tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam tiga tahun ke depan.

 

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dony Oskaria mengatakan investasi etanol menjadi salah satu bagian dari peran Danantara dalam mendukung ketahanan energi. Khususnya untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.

 

Menurutnya, Indonesia telah mencapai kemajuan dalam pemenuhan kebutuhan solar melalui implementasi B50 sehingga tidak lagi melakukan impor solar. Ke depan, langkah serupa diharapkan dapat diterapkan pada kebutuhan bensin.

 

"Bensin ini kan beberapa negara bahkan sudah ada E50 kan, E50. Kita juga dalam rangka untuk menjadikan negara kita swasembada secara energi, kita juga mulai untuk memikirkan mulai dari E20 dulu nanti," kata Dony kepada wartawan usai acara Executive Breakfast Meeting (EBM) seri ke-6 bertajuk 'Dua Tahun Danantara' di Jakarta Selatan pada Jumat (2/10).

 

Dijelaskan Dony, pengembangan etanol akan didukung dengan peningkatan produksi bahan baku, terutama tebu. Pemerintah, kata dia, akan mendorong penanaman tebu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku etanol sekaligus mendukung agenda transisi energi

 

"Nah, karena itu pemerintah ke depannya akan menggencarkan untuk proses penanaman tebu, yang kita harapkan nanti akan menjadi bagian daripada transisi energi kita," ujarnya.

 

Di sisi lain, Dony menegaskan investasi Danantara tidak hanya mencakup pengembangan bahan baku, tetapi juga pembangunan fasilitas produksi etanol.

 

"Termasuk akan bangun pabrik termasuk pabrik etanol juga. Kita harapkan nanti pemerintah kan berharap dalam 3 tahun ke depan sudah selesai seluruh investasi yang akan kita lakukan," pungkasnya.

 

EDITOR: Diar Candra