JawaPos.com - Pertamina Marine Solutions (PMSol) menyoroti sejumlah risiko keselamatan yang dihadapi kru kapal. Termasuk kebutuhan alat pelindung diri (APD) saat bekerja di wilayah operasional Cilacap yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Dewan Komisaris, Direksi, dan manajemen PMSol melakukan kunjungan kerja ke Port Cilacap Area 70 serta kantor cabang Pertamina Trans Kontinental (PTK) Cilacap pada 2 Oktober lalu.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya PMSol untuk melihat secara langsung kondisi operasional sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi dari kru kapal dan Tenaga Alih Daya (TAD) yang mendukung kegiatan operasional di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, kru menyampaikan sejumlah perhatian terkait aspek alat pelindung diri (APD), termasuk kebutuhan dukungan bagi kru yang menjalankan pekerjaan dalam durasi panjang dan berada cukup jauh dari daratan. Selain aspek keselamatan kerja, kru juga menyampaikan aspirasi terkait insentif yang mempertimbangkan karakteristik dan tantangan pekerjaan di lapangan.
Sementara itu, pada agenda di kantor cabang PTK Cilacap, diskusi bersama Tenaga Alih Daya (TAD) turut membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja, antara lain kontrak kerja, kepesertaan BPJS, premi asuransi, hingga kebutuhan revitalisasi sejumlah sarana dan prasarana kapal.
PMSol menilai pemenuhan berbagai aspek tersebut perlu dilihat dalam konteks ketentuan serta ruang lingkup kerja sama dengan user atau pemberi kerja. Karena itu, PMSol terus berperan aktif dalam mengomunikasikan berbagai masukan dari kru dan TAD kepada pihak user agar kebutuhan operasional di lapangan dapat menjadi perhatian bersama.
"Keselamatan dan kesejahteraan kru maupun TAD merupakan bagian penting dalam memastikan pekerjaan dapat berjalan dengan baik. Kami akan terus menyampaikan dan mengomunikasikan berbagai kebutuhan yang disampaikan di lapangan kepada user, sehingga aspek perlindungan, kesejahteraan, dan kebutuhan pekerja dapat terus diperhatikan bersama," ujar Dirut PMSol, Joko Pramono dalam keterangannya, dikutip Selasa (6/10).
Perhatian terhadap APD juga sejalan dengan concern HSSE Holding untuk memastikan tersedianya standar APD yang layak bagi kru yang bekerja di area dengan tingkat risiko tinggi. Standar keselamatan yang memadai dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus melindungi pekerja.
Port Cilacap, Simpul Strategis Rantai Pasok Energi
Dalam kunjungan tersebut, jajaran Komisaris PMSol juga menekankan posisi strategis Cilacap dalam sistem energi nasional. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit IV Cilacap yang memiliki kapasitas pengolahan mencapai 348 ribu barel per hari. Data KPI juga mencatat kapasitas tersebut sebagai salah satu yang terbesar dalam jaringan kilang Pertamina.
Posisi tersebut membuat Port Cilacap memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran mobilisasi dan distribusi energi. Jetty Area 70, sebagai salah satu simpul utama distribusi crude oil dan produk BBM, menjadi bagian penting dalam rantai pasok yang menghubungkan transportasi laut dengan kegiatan pengolahan di kilang.
Dengan aktivitas operasional yang memiliki tingkat risiko tinggi, penerapan aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Selain keselamatan pekerja dan keandalan armada, aspek lingkungan juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan operasional di area pelabuhan, termasuk upaya pencegahan dan penanganan potensi oil spill.
"Port Cilacap memiliki posisi yang sangat vital dalam mendukung transportasi dan keberlangsungan energi nasional. Karena itu, safety harus menjadi prioritas, termasuk perhatian terhadap risiko lingkungan seperti oil spill. Jangan sampai aspek keselamatan dan lingkungan justru menghambat operasional dan keberlanjutan," ujar Joko.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara PMSol, pekerja, serta user atau pemberi kerja. Dialog langsung dengan kru dan TAD juga menjadi bagian dari upaya PMSol untuk memastikan berbagai tantangan yang muncul di lapangan dapat diidentifikasi dan dikomunikasikan dengan baik.
Melalui penguatan aspek keselamatan, perlindungan pekerja, kesejahteraan, serta keandalan fasilitas dan armada, PMSol berkomitmen untuk terus mendukung operasional maritim yang aman, andal, dan berkelanjutan dalam menopang rantai pasok energi nasional.