JawaPos.com - PT Isla Energy Indonesia akan menjadi nama baru yang akan melakukan bisnis jual beli bahan bakar minyak (BBM) dengan mengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Nama Isla Energy muncul setelah rencana pengalihan operasional bisnis SPBU milik PT Shell Indonesia. Perusahaan tersebut disiapkan sebagai entitas pengelola SPBU Shell seiring proses pemisahan bisnis dan pengalihan kepemilikan kepada Sefas Group.
Sebelumnya, Shell Indonesia mengonfirmasi pengalihan bisnis SPBU kepada Isla Energy sebagai bagian dari proses transisi kepemilikan. Perubahan tersebut dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 30 Oktober 2026, setelah proses pengalihan selesai.
Manajemen Shell Indonesia mengungkap bahwa langkah ini menjadi bagian dari proses transisi kepemilikan bisnis SPBU Shell kepada Sefas Group.
“PT Shell Indonesia telah menyetujui pemisahan dan pengalihan bisnis SPBU di Indonesia kepada PT Isla Energy Indonesia sebagai bagian dari proses transisi kepemilikan kepada Sefas Group,” tulis manajemen Shell Indonesia kepada JawaPos.com, Minggu (11/10).
Menjadi Entitas Pengelola SPBU Shell
Isla Energy merupakan perusahaan yang disiapkan untuk menampung bisnis SPBU Shell yang dipisahkan dari bisnis pelumas PT Shell Indonesia. Proses pemisahan tersebut dikenal sebagai spin-down, yakni pemisahan bisnis melalui proses hukum untuk mendukung penyelesaian transaksi pengalihan kepemilikan.
Manajemen Shell Indonesia menjelaskan, Shell saat ini mengoordinasikan kedua proses tersebut dengan tujuan agar proses spin-down dan penyelesaian transaksi dapat berlangsung secara selaras.
Meski terdapat perubahan kepemilikan, manajemen memastikan operasional SPBU Shell tetap berjalan selama masa transisi. Pengalaman pelanggan juga disebut tidak mengalami perubahan.
“Tidak terdapat perubahan terhadap pengalaman pelanggan dan SPBU Shell akan tetap beroperasi. Produk, standar layanan, dan manfaat Shell GO+ tetap tersedia selama masa transisi dengan tetap tunduk pada persetujuan dan ketentuan yang berlaku,” tulisnya.
Sefas akan Kelola SPBU Shell
SEFAS Group telah sepakat untuk mengakuisisi 100 persen bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia, dengan tetap tunduk pada persetujuan regulator dan persyaratan umum lainnya.
CEO SEFAS Group, Ricky Roesli, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia.
“Kepemilikan lokal memberikan landasan yang kuat bagi fase pengembangan bisnis selanjutnya. Ambisi kami adalah membangun salah satu bisnis ritel energi yang paling tepercaya dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi negara serta kebutuhan energi yang terus berkembang,” ujar Ricky.
Profil Sefas Group, Pemilik Baru Bisnis SPBU Shell
Sefas Group bukan pemain baru di industri energi Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada 1997 dan selama ini dikenal sebagai distributor pelumas Shell, terutama untuk sektor industri dan pertambangan.
Melalui PT Sefas Pelindotama, Sefas membangun jaringan distribusi pelumas dengan kantor dan gudang yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Perusahaan juga melayani kebutuhan pelanggan dari berbagai sektor, termasuk pertambangan, konstruksi, dan industri.
Sefas Group dipimpin oleh Ricky Roesli sebagai direktur utama. Sementara itu, Herman Soegeng merupakan salah satu pendiri perusahaan yang menjabat sebagai komisaris.
Merek Shell Tetap Digunakan
Meski kepemilikan bisnis SPBU beralih, konsumen tidak serta-merta kehilangan merek Shell. Shell sebelumnya menyatakan bahwa mereknya akan tetap hadir di Indonesia melalui skema lisensi merek setelah transaksi pengalihan kepemilikan selesai.
Produk BBM akan tetap dipasok melalui Shell, sedangkan kegiatan operasional SPBU dipastikan berlanjut selama masa transisi.
Dalam keterangannya pada 9 Oktober 2026, Shell Indonesia juga menyebut produk, standar layanan, serta manfaat program loyalitas Shell GO+ tetap tersedia, dengan tunduk pada persetujuan dan ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, perubahan utama terletak pada kepemilikan dan pengelolaan bisnis SPBU, bukan pada hilangnya merek Shell dari pasar Indonesia.
Pengalihan ini sekaligus menandai ekspansi Sefas Group dari bisnis distribusi pelumas ke bisnis ritel BBM. Penyelesaian transaksi tetap mengikuti persetujuan regulator dan persyaratan yang berlaku.