JawaPos.com - Film Gak Ada Matinya membawa premis tak biasa tentang seorang anak yang sudah merelakan kepergian ayahnya, tetapi justru dibuat kelimpungan ketika sang ayahanda tiba-tiba hidup kembali.
Film drama komedi dari rumah produksi MD Pictures tersebut resmi memperkenalkan official poster dan official trailer pada Minggu (27/9) lewat gelaran jumpa pers di MD Place, Setiabudi, Jakarta.
Film yang disutradarai Etienne Caesar itu dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.
Cerita berpusat pada Binsar yang diperankan Oki Rengga, seorang pria yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan ayahnya, Pak Luhut (diperankan Mathias Muchus).
Baca Juga: Sabina Guseynova, Penari Uzbekistan yang Pernah Jadi Istri Guruh Soekarnoputra
Kehidupan Binsar sedang berada di titik sulit. Ia kehilangan pekerjaan dan terlilit tunggakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Situasi berubah ketika Pak Luhut dikabarkan meninggal dunia dan ternyata meninggalkan uang pertanggungan asuransi jiwa senilai Rp 2 miliar.
Bagi Binsar, uang tersebut menjadi jalan keluar dari persoalan finansial yang selama ini membebani hidupnya.
Namun, situasi berubah menjadi kacau ketika Pak Luhut ternyata tidak benar-benar meninggal. Dalam perjalanan menuju rumah duka, jasad Pak Luhut yang berada di mobil jenazah mendadak hidup kembali setelah mengalami mati suri.
Binsar pun menghadapi persoalan baru. Di satu sisi, ia harus menghadapi kenyataan bahwa ayah yang selama ini dijauhinya kembali hidup. Di sisi lain, ia khawatir uang asuransi yang sudah dibayangkan bisa menyelesaikan masalah keuangannya tidak lagi dapat dicairkan.
Masalah semakin rumit dengan kehadiran Fahri (Fedi Nuril), penyelidik asuransi yang berusaha mengungkap kebenaran di balik klaim kematian Pak Luhut.
Situasi tersebut menjadi sumber konflik sekaligus komedi dalam film Gak Ada Matinya. Binsar harus berusaha menyembunyikan fakta bahwa ayahnya masih hidup, sementara Fahri terus mencari celah untuk membuktikan apa yang sebenarnya terjadi.
Di balik premis komedinya, film ini juga membawa persoalan tentang hubungan orang tua dan anak. Hubungan Binsar dan Pak Luhut menjadi salah satu bagian penting yang membuat cerita tidak berhenti pada persoalan uang asuransi.
Sutradara Etienne Caesar mengatakan, kesempatan menggarap Gak Ada Matinya menjadi pengalaman penting dalam proses kreatifnya.
“Akhirnya dapat kesempatan juga terlibat dan dipercaya oleh Pak Manoj Punjabi dan Mas Muhadkly Acho. Saya senang karena Gak Ada Matinya ini ceritanya sangat unik, dengan jajaran cast luar biasa,” ungkap Etienne.
Menurut Etienne, kekuatan film tersebut tidak hanya terletak pada unsur komedinya. Cerita tentang keluarga dan hubungan antara orang tua dengan anak juga menjadi bagian yang ingin disampaikan kepada penonton.
“Saya selalu mengutamakan cerita, dan ini bukan hanya lucu, tapi juga menyentuh soal keluarga, hubungan orang tua dan anak. Menurut saya paket lengkap, jadi semoga penonton terhibur sampai gak ada matinya!” lanjutnya.
Poster Tampilkan Pak Luhut Setengah Berbalut Kafan
Keunikan premis Gak Ada Matinya juga terlihat dalam official poster yang dirilis bersamaan dengan trailer.
Poster tersebut menampilkan Pak Luhut yang masih separuh berbalut kain kafan sedang duduk di atas mobil jenazah sambil memegang kue ulang tahun.
Di sekelilingnya tampak anggota keluarga dengan ekspresi yang menggambarkan perpaduan antara haru dan kelucuan. Sementara itu, latar belakang poster menampilkan sebuah toko jahit bernama "LUHUT TAILOR".
Visual tersebut sekaligus mempertegas karakter film yang memadukan situasi absurd dengan dinamika keluarga.
Dengan premis tentang seseorang yang dinyatakan meninggal tetapi kemudian hidup kembali, Gak Ada Matinya menawarkan konflik yang bisa berkembang dari persoalan sederhana menjadi kekacauan yang lebih besar.
Terlebih, Binsar tidak hanya harus berhadapan dengan ayahnya yang kembali hidup. Ia juga harus menghadapi persoalan moral, keluarga, dan penyelidikan asuransi yang terus membuntutinya.
Dibintangi Banyak Aktor dan Komedian
Film Gak Ada Matinya diproduseri Manoj Punjabi dan Muhadkly Acho, sementara naskah skenario filmnya ditulis oleh Ridho Brado.
Selain Oki Rengga, Mathias Muchus, dan Fedi Nuril, film ini menghadirkan sejumlah aktor dan komedian Indonesia.
Baca Juga: Reino Barack Diminta Penonton Naik ke Panggung, Syahrini: Entar Kencing di Celana
Deretan pemerannya antara lain Mikha Tambayong, Lolox, Yoshi Sudarso, Benidictus Siregar, Gita Bhebhita, Aci Resti, Arief Didu, Jared Ali, Ilham Abayy, Yono Bakrie, Arie Kriting, Dennis Adhiswara, dan Mister Aloy.
Kombinasi pemain tersebut memperkuat warna komedi yang menjadi salah satu unsur utama film.