← Beranda
Sinyorita Esperanza Hentikan Program Bayi Tabung Usai Keguguran
Abdul Rahman• Selasa, 29 September 2026 | 14.15 WIB
Artis Sinyorita Esperanza. (Instagram: sinyoritaesperanza)

 

JawaPos.com - Sinyorita Esperanza memutuskan menghentikan program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) setelah mengalami keguguran calon anak keduanya. Keputusan tersebut diambil bersama sang suami setelah mempertimbangkan usia serta risiko kehamilan yang dinilai cukup tinggi.

Sinyorita mengatakan kehamilan keduanya berakhir ketika usia kandungan memasuki enam hingga hampir tujuh minggu. Meski berat, presenter sekaligus komedian tersebut kini memilih menerima keadaan dan tidak lagi memaksakan diri untuk kembali menjalani program kehamilan.

"Kita nggak mau program lagi karena faktor usia juga. Untuk kehamilan di usia sekarang sebenarnya high risk," kata Sinyorita saat ditemui di bilangan Mampang, Jakarta Selatan.

Bagi Sinyorita, keputusan tersebut bukan berarti dirinya berhenti bersyukur atau kehilangan harapan untuk punya momongan. Ia dan suami memilih menyerahkan persoalan momongan kepada Allah setelah sebelumnya menjalani berbagai ikhtiar medis.

Baca Juga: Reino Barack Diminta Penonton Naik ke Panggung, Syahrini: Entar Kencing di Celana

"Sekarang sudah nggak ikhtiar buat program lagi. Sekarang pasrahin sama Allah saja," ujarnya.

Sinyorita tidak ingin menjadikan kehamilan sebagai sesuatu yang harus dipaksakan. Saat ini, ia memilih menikmati kehidupan bersama suami dan anak yang sudah dimilikinya.

"Buat Allah nggak ada yang nggak mungkin, tapi kita nggak yang ngoyo minta ke Allah buat hamil lagi. Kita sudah berusaha, sabar, sekarang dijalani saja bertiga sama suami, sama anak. Kalau misal Allah kasih amanah, itu bagaimana yang punya hidup kita saja," ungkapnya.

Dua Kali Menjalani Program Bayi Tabung Tapi Belum Berhasil

Perjalanan Sinyorita untuk mendapatkan momongan kedua bukanlah proses yang singkat. Ia sebelumnya pernah menjalani program IVF pada 2021.

Program yang dijalaninya kali ini juga menggunakan metode berbeda dibandingkan pengalaman sebelumnya. Pada program IVF sebelumnya, embrio langsung menjalani proses transfer, sedangkan kali ini embrio terlebih dahulu dibekukan atau melalui proses freezing sebelum ditanamkan.

IVF sendiri merupakan salah satu metode reproduksi berbantu yang dilakukan dengan mempertemukan sel telur dan sperma di luar tubuh sebelum embrio hasil pembuahan dipindahkan ke rahim. Prosesnya dapat melibatkan sejumlah tahapan medis, termasuk stimulasi ovarium, pengambilan sel telur, pembuahan, hingga transfer embrio.

Namun, keberhasilan program IVF dipengaruhi berbagai faktor. Usia menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan peluang keberhasilan serta risiko dalam kehamilan, sehingga keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan program reproduksi tetap menjadi pertimbangan personal yang perlu dibicarakan bersama dokter.

Sinyorita Bersyukur Sempat Mengandung

Kehilangan calon anak keduanya tentu menjadi pengalaman emosional bagi Sinyorita. Meski kehamilan tersebut hanya berlangsung selama beberapa pekan, ia tetap melihatnya sebagai sebuah amanah yang sempat dipercayakan kepadanya.

"Setelah suamiku sholat Isya, perut sakit banget kayak mau ngelahirin. Pas pipis ada gumpalan berbentuk jaringan gitu," kata Sinyorita menceritakan detik-detik alami keguguran.

Alih-alih terus memikirkan kegagalan program, Sinyorita memilih mengambil sisi lain dari pengalaman tersebut. Ia bersyukur pernah kembali merasakan kehamilan setelah menjalani proses panjang untuk mendapatkan momongan kedua.

Suaminya pun memberikan sudut pandang serupa. Menurut Sinyorita, kehamilan tersebut tetap merupakan rezeki yang diberikan Allah meski akhirnya harus berakhir lebih awal.

Baca Juga: Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah 

"Suami juga bilang ya sudah memang rezekinya dikasih mengandung untuk calon anak yang kedua ini hanya enam mau ke tujuh minggu," ujarnya.

EDITOR: Abdul Rahman