← Beranda
Widi Mulia Hidupkan Ajaran Didi Petet dan Guruh Soekarnoputra Lewat SIRENA: Air Mata dari Lautan
Abdul Rahman• Rabu, 30 September 2026 | 19.09 WIB
Artis Widi Mulia. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Widi Mulia membawa pengalaman yang pernah didapat dari dua seniman besar Indonesia, mendiang Didi Petet dan Guruh Soekarnoputra, saat terlibat dalam drama musikal SIRENA: Air Mata dari Lautan.

Bagi Widi, kesempatan menjadi bagian dari pertunjukan tersebut bukan sekadar tantangan baru di atas panggung. Ia melihat SIRENA sebagai ruang untuk meneruskan pengetahuan dan pengalaman berkesenian dari generasi sebelumnya kepada generasi muda yang ikut terlibat dalam produksi.

Widi mengaku antusias ketika mendapat tawaran bergabung dalam drama musikal tersebut. Proses latihan bersama para pemain muda membuatnya kembali mengingat berbagai pelajaran yang pernah ia peroleh dari sosok-sosok yang lebih senior seperti Didi Petet dan Guruh dalam perjalanan kariernya.

Kini, pengalaman itu ingin dibagikan kepada talenta muda yang menjadi bagian dari pertunjukan drama musikal fantasi SIRENA.

Baca Juga: SIRENA: Air Mata dari Lautan, Drama Musikal Fantasi Bakal Digelar di Balai Sarbini

"Ini jadi tantangan tersendiri buat aku. Aku mau kasih lihat kita bisa move forward together. Ini juga yang menjadi penyemangat setiap kali latihan," kata Widi Mulia saat ditemui di bilangan Menteng, Jakarta Pusat (29/9).

Dalam pertunjukan tersebut, Widi Mulia dipercaya memerankan Ratu Kaia. Ia akan tampil bersama Rara Sudirman yang berperan sebagai Sirena, Muhammad Fachad Haydra sebagai Anthony, Radhyna Azahra Putri sebagai Reina, Agus Wisman sebagai Raja Athar, dan Teuku Zacky yang berperan sebagai Prof. Dharma.

Kehadiran pemain lintas generasi menjadi salah satu bagian penting dalam pertunjukan SIRENA yang akan digelar di Balai Sarbini, Jakarta, pada 9-10 Oktober 2026.

Selain nama-nama senior, pertunjukan ini juga memberi ruang kepada talenta muda dan anak-anak, di antaranya Rasyad Aiman Agus sebagai Leo, Firzanah Alya sebagai Sirena kecil, Yoan Cocohamida sebagai Anthony kecil, dan Loisa Ramadhani sebagai Reina kecil.

SIRENA Hadirkan Pesan tentang Empati

SIRENA: Air Mata dari Lautan dijadwalkan dipentaskan di Balai Sarbini, Jakarta, pada 9-10 Oktober 2026. Drama musikal fantasi original Indonesia ini menggabungkan musik, drama, koreografi, tata artistik, multimedia, teknologi, dan unsur kultur lokal Indonesia.

Cerita SIRENA membawa penonton ke dunia bawah laut dan daratan melalui kisah seorang anak yang dapat hidup di dua dunia. Konflik dalam cerita kemudian berkembang menjadi persoalan tentang keluarga, penerimaan, keberanian, persahabatan, serta hubungan manusia dengan sesama dan alam.

Direktur Shine Era Entertainment, Mikhalouda, mengatakan salah satu pesan yang ingin ditekankan melalui pertunjukan tersebut adalah pentingnya saling mendukung di tengah perbedaan dan kekurangan masing-masing.

"Yang ingin kita tekankan di SIRENA adalah saling back up apabila ada kekurangan satu sama lain," kata Mikhalouda.

Pesan tersebut juga diwujudkan melalui keterlibatan penyandang disabilitas dalam pertunjukan. Sekitar 7-10 anak penyandang disabilitas dilibatkan sebagai pemain musik dalam pentas tersebut.

Istri Menteri Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, mengapresiasi drama musik fantasi SIRENA melibatkan sejumlah disabilitas. Menurutnya, itu dapat membuka kesempatan lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam industri kreatif.

"Saya sangat mengapresiasi. Saya sangat bangga, sangat terharu ketika mendengar ada sekitar 7-10 anak disabilitas pemain musik dilibatkan," ujar Fatma.

Widi Mulia Dorong Anak Muda Berani Bermimpi

Bagi Widi, kesempatan berkesenian seharusnya tidak berhenti pada kemampuan tampil di atas panggung. Anak-anak muda juga membutuhkan ruang untuk belajar, mengembangkan imajinasi, sekaligus menemukan pengalaman baru melalui seni.

Karena itu, ia berharap SIRENA dapat menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pengalaman seniman senior dengan energi dan kreativitas generasi muda.

"Buka seluas-luasnya akses untuk mengenyam, untuk menyerap pendidikan, bermimpi, berimajinasi," ucap Widi.

Persiapan SIRENA sendiri dilakukan selama sekitar tiga bulan dengan kurang lebih 28 kali latihan. Salah satu tantangan produksi ini adalah Balai Sarbini bukan venue yang secara khusus dirancang untuk pertunjukan teater.

Kondisi tersebut kemudian diantisipasi tim produksi dengan memaksimalkan teknologi multimedia. Dunia bawah laut dan berbagai fantasi yang menjadi bagian dari cerita akan dibangun melalui perpaduan visual, teknologi, musik, serta tata panggung.

"Kalau properti itu susah, kita ambil multimedianya. Kita akan mengubah fantasi itu menjadi sangat menarik di sisi multimedia," kata Mikhalouda.

Baca Juga: Azriel Hermansyah Larang Ashanty Bocorkan Rencana Pernikahan

Selain pertunjukan, SIRENA juga membawa misi memperluas akses anak-anak terhadap seni. Penyelenggara menyiapkan program 1.000 Kursi Anak Berprestasi bagi anak-anak dari berbagai latar belakang, termasuk penyandang disabilitas, anak yatim, siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, dan anak-anak dari sekolah rakyat.

EDITOR: Abdul Rahman