JawaPos.com - RM BTS kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian budaya Korea Selatan. Member BTS tersebut menyumbang sekitar 100 juta won atau sekitar Rp1,3 miliar untuk mendukung pengadaan artefak di Museum Nasional Korea.
Dilansir dari Allkpop, donasi tersebut diberikan RM pada 29 September 2026 melalui sebuah organisasi nirlaba yang selama ini mendukung kegiatan Museum Nasional Korea. Dana yang terkumpul nantinya digunakan untuk membeli artefak budaya yang kemudian disumbangkan dan menjadi bagian dari koleksi museum.
Organisasi tersebut diketahui telah lama berkontribusi terhadap berbagai kegiatan Museum Nasional Korea, mulai dari pengadaan artefak, penelitian akademis, hingga pengembangan fasilitas museum.
Sumbangan terbaru RM semakin menarik perhatian karena diberikan beberapa bulan setelah dirinya dipercaya sebagai duta global Museum Nasional Korea.
Baca Juga: 10 Fakta Menarik tentang Anthony Xie dan Audi Marissa
RM diangkat sebagai duta global pada Juni 2026. Penunjukan tersebut menjadi yang pertama bagi Museum Nasional Korea sejak lembaga tersebut didirikan.
Dalam perannya itu, RM diharapkan ikut memperkenalkan kekayaan budaya dan seni Korea kepada masyarakat internasional. Ia sebelumnya juga menyampaikan antusiasmenya untuk berkontribusi sekaligus terus bekerja sama dengan museum dalam memperluas jangkauan budaya Korea ke berbagai penjuru dunia.
Kepedulian RM terhadap seni dan warisan budaya Korea sebenarnya bukan hal baru. Rapper bernama lengkap Kim Nam-joon itu telah beberapa kali menggunakan pengaruh dan sumber dayanya untuk mendukung pelestarian budaya.
Sebelumnya, RM pernah memberikan donasi untuk membantu menerbitkan kembali buku-buku seni yang sudah tidak lagi beredar. Ia juga mendukung upaya mengembalikan artefak budaya Korea yang berada di luar negeri ke tanah kelahirannya.
Baca Juga: Calo Tiket Konser SEVENTEEN Kena Bui hingga 20 Bulan, Uang 1 Miliar Won Disita
Selain itu, RM turut membantu penerbitan katalog yang memuat karya-karya seni Korea yang tersimpan di sejumlah museum di luar negeri. Langkah tersebut ikut membuka akses lebih luas terhadap sejarah dan karya seni Korea bagi masyarakat.