JawaPos.com – Agensi VAST Entertainment, akhirnya angkat bicara terkait berbagai tindakan yang dinilai telah melanggar hak pribadi dan keselamatan sang aktor, Yoo Hae Jin.
Pernyataan tersebut muncul di tengah kontroversi yang semakin meluas terkait film terbaru Yoo Hae Jin, “The Assassin(s)”.
Menurut laporan Soompi, VAST Entertainment mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemukan penyebaran informasi palsu dan berbagai tudingan terhadap Yoo Hae Jin di sejumlah komunitas online serta media sosial.
Agensi menegaskan bahwa serangan pribadi, penghinaan, pelanggaran privasi, ancaman terhadap keselamatan, hingga tindakan yang merusak reputasi sang aktor menjadi perhatian serius.
VAST Entertainment menyatakan saat ini mereka terus mengumpulkan unggahan dan bukti terkait tindakan tersebut.
Agensi juga menegaskan akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi hak pribadi dan keselamatan Yoo Hae Jin dari tindakan ilegal.
Pemantauan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi merugikan sang aktor juga akan terus dilakukan.
Situasi ini terjadi setelah “The Assassin(s)” menuai kontroversi terkait dugaan distorsi sejarah. Perdebatan mengenai film tersebut kemudian berkembang hingga menyasar para pemainnya.
Yoo Hae Jin menjadi salah satu pihak yang mendapat sorotan, sementara sejumlah aksi protes bahkan dilaporkan berlangsung di sekitar kediamannya.
Dampak kontroversi tersebut juga berimbas pada aktivitas promosi film. Tim produksi sebelumnya membatalkan sejumlah agenda, termasuk kegiatan terkait Festival Film Internasional Busan, dengan mempertimbangkan keselamatan para pemain dan penonton.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa polemik film telah berkembang dari perdebatan mengenai karya menjadi persoalan yang menyangkut keamanan individu yang terlibat di dalamnya.
Melalui pernyataan terbarunya, VAST Entertainment menegaskan bahwa mereka akan terus memantau berbagai tindakan yang melanggar hak dan keselamatan Yoo Hae Jin serta mengambil langkah yang diperlukan apabila menemukan kasus yang terkonfirmasi.
Agensi pun memastikan perlindungan terhadap sang aktor menjadi prioritas di tengah situasi yang masih berkembang.