JawaPos.com - Gus Miftah memberikan ucapan khusus ditujukan kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang berulang tahun pada hari ini, Rabu, 7 Oktober 2026. Namun, ucapan tersebut tidak sekadar berisi pujian, karena sang pendakwah sekaligus menyelipkan pesan keras mengenai pemberantasan korupsi.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Gus Miftah membagikan potret kebersamaannya dengan Sufmi Dasco. Ia menggambarkan politikus Partai Gerindra itu sebagai sosok yang mampu bersikap tegas tanpa harus menciptakan kegaduhan.
"Mabruk, manfaat, maslahat, maqbulan. Amin," tulisnya.
Menurut Gus Miftah, karakter tersebut menjadi salah satu alasan dirinya memberikan apresiasi kepada Dasco. Ia menilai, sang politikus lebih banyak bekerja di balik layar dan hadir ketika situasi membutuhkan solusi atau penyelesaian.
"Don Dasco tenang tanpa kehilangan ketegasan, kuat tanpa harus gaduh, dan bekerja tanpa selalu meminta panggung," ujar Gus Miftah saat dihubungi awak media, Rabu (7/10).
Baca Juga: Rating I Live Alone Melejit Berkat Kim Min, Aktor yang Tinggal di Rumah Tua Berusia 90 Tahun
Ia kemudian menambahkan bahwa Dasco merupakan sosok yang memilih bekerja ketika dibutuhkan daripada sekadar tampil di hadapan publik untuk pencitraan.
"Don Dasco bekerja dalam senyap, hadir saat dibutuhkan, dan bicara ketika keadaan membutuhkan jalan keluar," tuturnya.
Pesan Keras Gus Miftah soal Koruptor
Selain memberikan ucapan ulang tahun, unggahan Gus Miftah juga menampilkan cuplikan ceramah yang membahas tentang hukuman berat bagi para pelaku korupsi.
Dalam video tersebut, seorang jemaah bernama Mega dari Bogor menyampaikan pertanyaan mengenai hukuman bagi koruptor, termasuk wacana hukuman mati dan perampasan aset hasil kejahatan korupsi.
Gus Miftah kemudian memberikan jawaban dengan nada tegas. Ia menilai korupsi merupakan kejahatan serius karena yang dirampas bukan sekadar uang, melainkan hak masyarakat.
"Mengambil hak rakyat terlalu banyak, maka hukum mati," tegas Gus Miftah dalam cuplikan ceramah tersebut.
Ia selanjutnya meminta pendapat jemaah mengenai gagasan agar aset hasil korupsi dirampas negara.
"Setuju nggak asetnya dirampas oleh negara?" tanya Gus Miftah.
Respons tersebut memperlihatkan perhatian Gus Miftah terhadap isu pemulihan aset hasil korupsi. Dalam pemberantasan korupsi, penyitaan dan pengembalian aset memang menjadi bagian penting agar pelaku tidak tetap menikmati hasil kejahatan setelah menjalani hukuman.
Gus Miftah juga menyoroti perilaku koruptor yang menurutnya terlalu mengejar kekayaan, meski telah memperoleh penghasilan sebagai pejabat atau penyelenggara negara.
Ia bahkan menggambarkan harta hasil korupsi yang jumlahnya begitu besar hingga tidak akan habis dinikmati oleh keturunan koruptor.
Kaitkan dengan Sufmi Dasco
Pesan mengenai pemberantasan korupsi itu kemudian dikaitkan Gus Miftah dengan sosok Sufmi Dasco.
Ia menyinggung keberanian pimpinan DPR yang bersedia menemui massa aksi dan mendengarkan langsung tuntutan masyarakat ketika terjadi demonstrasi.
Dalam cuplikan tersebut, Gus Miftah juga menyebut adanya penandatanganan pakta integritas dengan mahasiswa serta elemen buruh.
"Dan pimpinan DPR yang berani tanda tangan atas demo rakyat," ujar Gus Miftah.
Pujian tersebut sekaligus menjadi bagian dari pesan Gus Miftah pada momen ulang tahun Dasco. Alih-alih hanya mengungkapkan doa dan harapan pribadi, ia memilih menyoroti karakter kepemimpinan yang dianggapnya penting, yakni ketenangan, keberanian mengambil keputusan, serta kesediaan mendengar aspirasi masyarakat.
Bagi Gus Miftah, seorang pejabat publik tidak cukup hanya memiliki posisi dan kewenangan. Integritas serta keberanian untuk berhadapan langsung dengan persoalan masyarakat juga menjadi bagian penting dari kepemimpinan.
Baca Juga: Tampilkan Kehidupan Aktor Kim Min, I Live Alone Kembali Dituding Melakukan Manipulasi
Dengan unggahan tersebut, ucapan ulang tahun untuk Sufmi Dasco akhirnya berkembang menjadi pesan yang lebih luas mengenai pentingnya ketegasan terhadap korupsi dan keberanian dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.