JawaPos.com - Industri musik Indonesia kembali kedatangan grup baru dengan konsep yang cukup berbeda. South Queen memperkenalkan diri sebagai girl group yang mengusung hipdut, perpaduan musik dangdut dan hip-hop yang dikemas dengan sentuhan musik modern.
Konsep tersebut tidak hanya diterapkan dalam musik. South Queen menjadikan hipdut sebagai identitas yang turut diterjemahkan melalui koreografi, fashion, visual, hingga karakter setiap personelnya.
Grup yang beranggotakan Syafira, Alika, Diva, dan Gaby ini mencoba membawa musik dangdut ke dalam format yang lebih dekat dengan karakter generasi muda. Kekuatan vokal, rap, koreografi, serta penampilan visual menjadi bagian dari konsep yang mereka bangun.
Dangdut sendiri memiliki posisi kuat dalam perkembangan musik populer Indonesia. South Queen tidak berusaha meninggalkan akar tersebut, melainkan mengolahnya dengan pendekatan yang lebih modern melalui perpaduan beat hip-hop, vokal grup, rap, dan koreografi energik.
Baca Juga: Prediksi Jirayut Jitu, Timnas Indonesia Menang Lawan Thailand
South Queen Bawa Hipdut ke Format Girl Group
Bagi South Queen, hipdut menjadi fondasi utama dalam menentukan arah musikal mereka. Unsur dangdut tetap dipertahankan, tetapi dikembangkan melalui aransemen modern dan karakter performance yang lebih dinamis.
Pendekatan tersebut membuat South Queen tidak hanya mengandalkan lagu sebagai identitas. Penampilan di atas panggung, koreografi, gaya busana, hingga karakter individual para personel menjadi bagian yang saling melengkapi.
Konsep visual mereka juga diarahkan pada citra perempuan muda yang feminin, playful, sekaligus bold. Dengan pendekatan tersebut, South Queen ingin mempertemukan karakter musik lokal dengan gaya pop yang lebih kontemporer.
Empat Personel dengan Latar Berbeda
South Queen diperkuat oleh empat personel yang memiliki pengalaman berbeda di industri hiburan. Keragaman tersebut menjadi salah satu modal grup untuk membangun karakter dan dinamika di atas panggung.
Syafira memiliki pengalaman sebagai penyanyi dan pernah mengikuti ajang Indonesian Idol musim ke-14. Latar belakang tersebut menjadi bekal penting dalam aspek vokal sekaligus interpretasi lagu.
Alika datang dengan pengalaman sebagai mantan trainee idol K-Pop. Selain dunia musik, ia juga memiliki pengalaman sebagai aktris dan model sehingga turut memberikan warna dalam aspek performance serta visual.
Diva dikenal sebagai aktris muda yang telah terlibat dalam sejumlah produksi, di antaranya 12 IPA 4, Ipar Adalah Maut: The Series, dan Panggilan MKF. Pengalamannya di dunia akting menjadi modal dalam membangun ekspresi dan kehadiran di atas panggung.
Sementara itu, Gaby memiliki pengalaman sebagai influencer, model, dan aktris. Ia antara lain terlibat dalam Suara Kamar Sebelah. Pengalamannya di dunia entertainment dan digital menjadi bagian dari upaya South Queen membangun kedekatan dengan audiens.
Perbedaan latar belakang tersebut kemudian dipertemukan dalam satu format grup. Pembagian vokal, rap, dan performance terus dikembangkan untuk membentuk chemistry sekaligus mempertegas karakter South Queen sebagai girl group.
Siapkan Lagu Perdana 'WAW (What Are We) Baby?'
Setelah memperkenalkan formasi dan konsepnya, South Queen kini bersiap melangkah ke tahap berikutnya dengan merilis karya perdana.
Salah satu lagu yang dipersiapkan adalah "WAW (What Are We) Baby?", karya yang diciptakan oleh CongQ Perwira dan Azmita Putri Sherlian.
Lagu tersebut menjadi salah satu materi yang akan memperkenalkan karakter hipdut sebagai identitas musikal South Queen. Perpaduan dangdut dan elemen hip-hop menjadi bagian dari pendekatan yang ingin mereka tampilkan sejak awal perjalanan di industri musik.
Tak berhenti pada satu lagu, South Queen juga tengah menyiapkan sejumlah karya lanjutan. Proses kreatif dan produksi karya berikutnya melibatkan sejumlah musisi Indonesia.
Baca Juga: Tampilkan Kehidupan Aktor Kim Min, I Live Alone Kembali Dituding Melakukan Manipulasi
Kehadiran South Queen sekaligus menunjukkan bagaimana dangdut terus memiliki ruang untuk dikembangkan ke berbagai format. Dengan membawa hipdut ke dalam konsep girl group, mereka mencoba menawarkan interpretasi baru terhadap musik yang telah lama menjadi bagian dari budaya populer Indonesia.