JawaPos.com - Ruben Onsu menjelaskan alasan kenapa dirinya memilih menempuh jalur hukum ke pengadilan di tengah polemik persoalan pengasuhan anak dengan mantan istrinya, Sarwendah.
Ia menegaskan langkah tersebut dilakukan bukan bertujuan untuk menantang pihak mana pun, melainkan sebagai upaya untuk memperjuangkan haknya sebagai ayah agar dapat bertemu dengan anak tanpa syarat.
"Mengajukan persoalan ini ke pengadilan bukan berarti saya ingin menantang siapa pun. Saya hanya ingin memperjuangkan hak saya sebagai orang tua kandung untuk dapat bertemu dengan anak saya tanpa syarat yang tidak semestinya," tulis Ruben Onsu.
Penjelasan itu disampaikan Ruben melalui unggahan di media sosial ketika polemik antara dirinya dengan Sarwendah kembali memanas dan menjadi sorotan publik.
Baca Juga: Terseret Kasus Penipuan Emas, Jennifer Coppen Tegaskan Tak Terima Komisi Penjualan
Ruben mengungkapkan perubahan hubungan setelah perpisahan dengan Sarwendah turut memengaruhi komunikasi dan kedekatannya dengan anak. Ia menilai persoalan yang menyangkut hubungan orang tua dan anak perlu mendapatkan penyelesaian yang jelas.
Ruben Onsu telah berusaha menyelesaikan persoalan melalui komunikasi. Namun, ia merasa pembicaraan dua arah yang berkaitan dengan masalah pengasuhan anak tidak berjalan sebagaimana diharapkan.Kondisi itu membuat Ruben akhirnya menempuh jalur hukum.
Ruben Sebut Pengadilan Bisa Menjadi Penengah
Ruben menjelaskan bahwa keputusan membawa persoalan ke pengadilan bukan diambil untuk memperpanjang konflik. Ia justru berharap lembaga tersebut dapat menjadi penengah bagi kedua pihak melalui proses hukum yang semestinya.
Ia juga mempertanyakan apakah langkah memperjuangkan hak melalui jalur pengadilan merupakan sesuatu yang keliru ketika komunikasi antara orang tua tidak menemukan titik temu.
Bagi Ruben, persoalan yang berkaitan dengan hubungan orang tua dan anak memiliki arti penting karena menyangkut kesempatan untuk tetap hadir dalam kehidupan anak.
Ia menggambarkan beratnya situasi ketika perpisahan membuat hubungan dan komunikasi dengan anak mengalami perubahan. Ruben berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut tanpa terburu-buru memberikan penilaian.
"Izinkan saya bertanya Jika kalian sudah menjadi orang tua, lalu perpisahan membuat hubungan dan komunikasi dengan anak menjadi berbeda, tentu kalian memahami betapa beratnya situasi tersebut. Terlebih ketika kalian mengenal karakter anak sejak kecil dan ingin tetap hadir dalam kehidupannya," ungkapnya.
Berharap Konflik Tidak Mengorbankan Anak
Di tengah polemik yang terus berkembang, Ruben Onsu menegaskan bahwa tujuan akhirnya adalah menemukan penyelesaian yang baik dan adil bagi semua pihak, terutama bagi anak.
Ia meminta masyarakat tidak menjadikan persoalan pribadinya sebagai alasan untuk menyebarkan kebencian atau menyerang pihak-pihak yang tidak terlibat langsung.
Menurut Ruben, komentar negatif yang muncul di media sosial bahkan turut menyasar teman-teman dan brand yang bekerja sama dengannya. Pihak-pihak tersebut tidak seharusnya ikut menanggung dampak dari konflik pribadi.
Baca Juga: Penipuan Emas Rp25 Miliar, Jennifer Coppen Hentikan Kerja Sama Usai Menerima Keluhan
"Saya memilih untuk tetap berjuang, bukan untuk memenangkan kebencian, melainkan untuk memperjuangkan hak saya dan mencari penyelesaian yang terbaik bagi semua pihak, terutama bagi anak saya," tandas Ruben Onsu.