← Beranda
Profil Cha Ga Won, CEO One Hundred Label yang Terseret Penipuan Puluhan Miliar Won
Abdul Rahman• Rabu, 14 Oktober 2026 | 23.57 WIB
CEO One Hundred Cha Ga Won. (Allkpop)

 

JawaPos.com - CEO One Hundred Label Cha Ga Won menjadi sorotan publik luas di industri hiburan Korea Selatan setelah menjalani sidang kasus dugaan penipuan puluhan miliar won. Dalam persidangan yang berlangsung pada 13 Oktober 2026, Cha membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya.

Kasus ini menyita perhatian publik karena melibatkan dugaan transaksi bisnis yang memanfaatkan hak kekayaan intelektual (intellectual property/IP) artis K-Pop. Selain itu, perkara tersebut muncul di tengah berbagai perselisihan kontrak dan persoalan pembayaran yang melibatkan sejumlah artis di bawah naungan One Hundred dan agensi afiliasinya.

Cha Ga Won bukan sosok yang muncul begitu saja di industri musik Korea Selatan. Sebelum membangun bisnis di dunia hiburan, ia dikenal sebagai pengusaha di sektor properti. Perjalanannya memperluas bisnis ke industri K-Pop kemudian membawanya mengelola perusahaan yang menaungi sejumlah nama artis K-Pop dengan nama besar.

Profil Cha Ga Won, Pengusaha Properti yang Merambah Industri K-Pop

Baca Juga: Penipuan Emas Rp25 Miliar, Jennifer Coppen Hentikan Kerja Sama Usai Menerima Keluhan

Cha Ga Won merupakan pengusaha Korea Selatan yang memiliki latar belakang bisnis properti dan pengembangan real estat. Ia juga menjabat sebagai pimpinan perusahaan properti p_Arc Group sebelum memperluas kiprahnya ke industri hiburan.

Namanya semakin dikenal setelah mendirikan One Hundred bersama rapper sekaligus produser musik MC Mong pada Desember 2023. Perusahaan tersebut dibangun untuk menaungi bisnis hiburan dan mengembangkan portofolio artis melalui sejumlah label di bawahnya.

Langkah Cha memasuki industri K-Pop memperlihatkan upayanya menggabungkan bisnis hiburan dengan pengelolaan aset intelektual artis. Dalam industri musik Korea Selatan, IP dapat mencakup hak atas karya musik, penampilan, merchandise, hingga berbagai produk komersial yang berkaitan dengan identitas seorang artis.

Model bisnis tersebut memiliki potensi pendapatan besar, tetapi juga membutuhkan kejelasan kontrak, kepemilikan hak, serta kesepakatan yang dapat dijalankan seluruh pihak.

Membangun One Hundred dan Mengelola Artis K-Pop

One Hundred berkembang menjadi perusahaan induk yang menaungi sejumlah label, termasuk Big Planet Made Entertainment dan INB100. Melalui perusahaan-perusahaan tersebut, nama Cha Ga Won semakin dekat dengan sejumlah artis K-Pop papan atas.

Big Planet Made Entertainment pernah menaungi Taemin dari SHINee, VIVIZ, Lee Mu-jin, Lee Seung-gi, serta grup THE BOYZ. Sementara itu, INB100 menjadi rumah bagi Chen, Baekhyun, dan Xiumin yang dikenal sebagai anggota EXO-CBX.

Pada 2024, INB100 bergabung dengan One Hundred. Langkah tersebut memperluas jangkauan bisnis perusahaan, sekaligus menambah aset artis yang dapat dikembangkan melalui aktivitas musik, konser, merchandise, dan kerja sama komersial.

Namun, perkembangan perusahaan kemudian diikuti berbagai persoalan hukum dan perselisihan bisnis. Sejumlah artis dan pihak terkait mulai mempermasalahkan kontrak maupun pembayaran, sehingga pengelolaan One Hundred menjadi perhatian media hiburan Korea Selatan.

Cha Ga Won Didakwa dalam Kasus Dugaan Penipuan Puluhan Miliar Won

Perkara hukum yang menjerat Cha Ga Won berkaitan dengan dugaan penipuan terhadap perusahaan teknologi hiburan Knowmerce dan seorang kenalannya. Nilai dugaan kerugian yang disebut dalam perkara tersebut mencapai 29,6 miliar won.

Menurut dakwaan jaksa, sekitar 24,2 miliar won berkaitan dengan pembayaran di muka dari Knowmerce untuk sejumlah proyek bisnis yang memanfaatkan IP artis. Jaksa menduga proyek-proyek tersebut dijanjikan tanpa kemampuan atau niat untuk merealisasikannya sebagaimana disepakati.

Rinciannya mencakup proyek konser dan merchandise Taemin, merchandise EXO-CBX, serta kerja sama dengan girl group fromis_9 untuk membuka kanal komunikasi penggemar melalui platform Fromm.

Dalam perkara tersebut, jaksa menyebut Knowmerce membayarkan sekitar 5,5 miliar won untuk proyek konser Taemin dan 5,5 miliar won lainnya untuk produksi serta distribusi merchandise sang penyanyi. Sebanyak 12,1 miliar won lainnya dikaitkan dengan proyek merchandise EXO-CBX.

Sementara itu, sekitar 1,1 miliar won disebut berkaitan dengan rencana kerja sama Fromm dan fromis_9. Proyek tersebut dipersoalkan karena rencana bergabungnya fromis_9 dengan perusahaan di bawah One Hundred tidak terwujud.

Selain transaksi bisnis dengan Knowmerce, Cha juga didakwa terkait dugaan penipuan uang deposit sewa rumah senilai 5,4 miliar won milik seseorang bernama Jang. Jaksa menduga terdapat kesepakatan penyewaan silang properti yang tidak dijalankan sebagaimana dijanjikan.

Kedua perkara tersebut membuat nilai dugaan penipuan yang dihadapi Cha mencapai 29,6 miliar won. Meski demikian, tuduhan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

Bantah Seluruh Tuduhan di Persidangan

Cha Ga Won menjalani sidang perdana di Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada 13 Oktober 2026. Dalam persidangan tersebut, tim kuasa hukumnya menyampaikan bahwa Cha membantah seluruh dakwaan.

Pihak pembela juga menyatakan masih membutuhkan waktu untuk mempelajari berkas perkara dan bukti yang diajukan jaksa. Karena itu, rincian argumentasi pembelaan belum diuraikan secara menyeluruh dalam sidang pada waktu itu.

Cha diketahui telah ditahan sejak Agustus 2026 setelah pengadilan mengabulkan permohonan penahanan. Salah satu pertimbangan yang diberitakan adalah kekhawatiran terkait kemungkinan penghilangan barang bukti.

Sidang berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026. Proses tersebut akan menjadi bagian penting untuk menguji bukti dan argumentasi dari kedua pihak.

Persoalan Hukum Meluas, Sejumlah Artis Terlibat Sengketa

Kasus dugaan penipuan bukan satu-satunya persoalan yang membayangi One Hundred. Sepanjang 2026, perusahaan dan sejumlah label afiliasinya juga menghadapi perselisihan dengan artis terkait kontrak serta pembayaran.

Salah satu perkara yang menjadi perhatian adalah laporan sembilan anggota THE BOYZ terhadap Cha Ga Won atas dugaan penggelapan. Mereka sebelumnya juga terlibat dalam perselisihan mengenai kontrak dengan agensi.

Persoalan lain melibatkan Lee Seung-gi, serta anggota EXO-CBX, yakni Chen, Baekhyun, dan Xiumin. Sejumlah artis tersebut mengambil langkah untuk mengakhiri atau mempermasalahkan hubungan kontrak mereka dengan perusahaan terkait.

Meski demikian, setiap perselisihan memiliki pokok perkara dan proses hukum tersendiri. Tuduhan dalam satu perkara tidak otomatis membuktikan kesalahan dalam perkara lainnya.

Situasi ini memperlihatkan besarnya tantangan dalam mengelola perusahaan hiburan yang mengandalkan kontrak artis, hak kekayaan intelektual, pembayaran, dan kerja sama komersial dalam skala besar.

Masa Depan Bisnis Cha Ga Won Jadi Sorotan

Perjalanan Cha Ga Won dari pengusaha properti menjadi pimpinan perusahaan hiburan menunjukkan bagaimana modal dan jaringan bisnis dapat digunakan untuk memperluas pengaruh di industri K-Pop. Melalui One Hundred, ia sempat membangun jaringan label dengan deretan artis yang memiliki basis penggemar internasional.

Namun, berbagai perkara hukum dan perselisihan kontrak kini menjadi ujian besar bagi perusahaan tersebut. Bagi industri hiburan, kasus ini juga menyoroti pentingnya transparansi transaksi, kepastian hak artis, dan pelaksanaan perjanjian bisnis.

Baca Juga: Martha Tilaar Meninggal, Ini Perjalanan Hidup Sang Pelopor Kosmetik

Perkembangan sidang Cha Ga Won akan menentukan bagaimana dakwaan terhadapnya diuji di pengadilan. Sementara itu, dampak persoalan hukum terhadap One Hundred dan para artis yang pernah berada di bawah naungannya masih menjadi perhatian para penggemar K-Pop.

EDITOR: Abdul Rahman