← Beranda
Nanda Persada Miris Konflik Sarwendah-Ruben Onsu Melebar
Abdul Rahman• Jumat, 16 Oktober 2026 | 00.28 WIB
Nanda Persada akui bantu klarifikasi skandal perselingkuhan artis inisial S. (Instagram: nandapersada)

 

JawaPos.com - Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik luas setelah persoalan yang melibatkan keduanya semakin melebar.

Konflik antara mantan pasangan suami istri ini kembali memanas dalam beberapa hari belakangan setelah Sarwendah mengunggah video yang memperlihatkan Ruben Onsu melakukan video call dengan seorang pria. 

Manajer artis Nanda Persada menyatakan, polemik tersebut kini semakin melebar dan tidak lagi sekadar berkaitan dengan persoalan anak, tetapi sudah mengarah pada konflik pribadi yang berpotensi saling menjatuhkan.

Nanda mengaku bingung sekaligus miris. Menurut dia, persoalan yang semestinya diselesaikan dengan mempertimbangkan kepentingan anak justru berkembang dan menjadi konsumsi publik.

Baca Juga: Profil Cha Ga Won, CEO One Hundred Label yang Terseret Penipuan Puluhan Miliar Won

"Saya melihat soal Sarwendah dan Ruben ini sudah melebar ke mana-mana ya, bukan soal hak asuh anak lagi, tapi sudah seperti perang antarpribadi saling menjatuhkan. Yang saya bingung itu tujuannya buat apa," ujar Nanda Persada.

Sorotan Nanda terutama tertuju pada unggahan Sarwendah yang memperlihatkan video call Ruben Onsu dengan seorang pria. Dalam video tersebut, wajah Ruben disebut terlihat jelas, sementara wajah lawan bicaranya disamarkan.

Nanda mempertanyakan alasan di balik perbedaan perlakuan terhadap kedua orang yang muncul dalam rekaman tersebut. Ia juga mempertanyakan pihak yang memberikan izin atas publikasi video itu.

"Dengan Sarwendah memposting di media sosialnya tentang video call Ruben dengan orang lain. Di situ ada unsur pelanggaran pidana, di mana muka Ruben sangat jelas. Muka lawan bicaranya itu diblur," kata Nanda.

Ia kemudian mempertanyakan klaim bahwa unggahan tersebut telah mendapatkan izin. Menurut Nanda, perlu diperjelas siapa yang memberikan izin, terlebih karena wajah Ruben Onsu tetap ditampilkan secara terang benderang, sementara wajah orang yang dihubunginya justru diburamkan.

"Kalau Sarwendah bilang dia sudah mendapatkan izin, izin dari siapa? Apakah izinnya dari Ruben? Kalau izinnya dari orang itu, kenapa yang diblur orang itu? Muka Ruben jelas di situ," ujarnya.

Nanda menilai kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai tujuan publikasi rekaman tersebut. Ia menduga, unggahan itu berpotensi merugikan reputasi Ruben.

"Jadi ini memang ada upaya mendiskreditkan nama baik Ruben. Saya juga bingung tujuannya Wenda itu seperti apa," lanjutnya.

Nanda Soroti Dampak Konflik terhadap Anak

Di tengah perselisihan yang semakin terbuka, Nanda turut mempertanyakan dampaknya terhadap kondisi psikologis anak-anak Ruben dan Sarwendah. Ia mengingatkan bahwa konflik orang tua yang terus menjadi perbincangan publik berpotensi menempatkan anak pada situasi yang tidak mudah.

Menurut Nanda, apabila kedua pihak sama-sama mengutamakan kepentingan anak, setiap langkah yang diambil seharusnya mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang bagi anak-anak mereka.

"Kalau memang katanya sayang sama anak-anak, apakah hal ini baik buat anak-anak? Untuk psikologinya anak-anak, psikis mereka?" kata Nanda.

Pernyataan tersebut menempatkan kepentingan anak sebagai salah satu persoalan penting di tengah polemik Ruben dan Sarwendah. Sebab, ketika konflik keluarga berkembang menjadi perdebatan terbuka, anak-anak berisiko ikut terdampak meski mereka bukan pihak yang mengambil keputusan.

Meski demikian, dampak psikologis yang dialami anak-anak dalam kasus ini tidak bisa disimpulkan hanya dari pernyataan pihak luar. Kondisi setiap anak perlu dipahami secara hati-hati dengan mempertimbangkan situasi keluarga dan kebutuhan mereka.

Nanda Singgung Polemik yang Kembali Berulang

Nanda juga mengaitkan polemik terbaru tersebut dengan persoalan sebelumnya yang sempat menjadi perbincangan publik. Ia menyinggung adanya ucapan Sarwendah dalam video terdahulu yang juga menuai sorotan dan berujung pada permintaan maaf Sarwendah.

Nanda mempertanyakan mengapa perselisihan serupa kembali berkembang, terlebih ketika persoalan yang melibatkan kedua orang tua tersebut terus mendapatkan perhatian masyarakat.

"Kalau dari kasus pertama kita lihat masalah ini yang sudah beredar, kalau ingat kita ingat dulu awal-awal ada ucapan-ucapan Wenda, videonya ada dia bilang 'cong' berkali-kali ya dan sudah dibahas. Dia sendiri mengakui melakukan permintaan maaf, kenapa diulang lagi mendiskreditkan bapaknya anak-anak," ujarnya.

Baca Juga: CEO One Hundred Cha Ga Won Dituduh Melakukan Penipuan Puluhan Miliar Won, Berikut Beberapa Kasusnya

Bagi Nanda, rangkaian peristiwa tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai arah penyelesaian konflik. Ia menilai perselisihan yang terus berkembang justru berpotensi memperpanjang ketegangan di antara kedua pihak.

EDITOR: Abdul Rahman