← Beranda
Kata Sunan Kalijaga Soal Penyekapan Aron Ashab Selama 6 Bulan
Abdul Rahman• Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06.46 WIB
Sunan Kalijaga bersama Aron Ashab. (Instagram: aronashab)

 

JawaPos.com - Aron Ashab membuat publik tersentak dengan ceritanya yang mengaku mengalami penculikan, penyekapan, hingga dugaan penyiksaan fisik selama sekitar enam bulan.

Pengakuan tersebut mencuat setelah konten kreator sekaligus aktor itu kembali muncul di Instagram pada 14 Oktober 2026 setelah lama tidak aktif di media sosial.

Kuasa hukum Aron, Sunan Kalijaga, mengatakan kliennya dibawa secara paksa ke sebuah tempat dan tidak diperbolehkan untuk pergi. Namun hingga kini, Sunan mengaku belum mengetahui secara pasti lokasi tersebut. 

Menurut Sunan, hal paling mendasar yang perlu diungkap adalah alasan Aron dibawa dan ditempatkan di lokasi tersebut selama berbulan-bulan. Ia mempertanyakan apa dasar hukum atas tindakan itu karena diduga tidak didasari oleh proses hukum yang jelas.

Baca Juga: Mental Ruben Onsu Terganggu dengan Unggahan Sarwendah Soal Rekaman Video Call

“Ketika kita dirampas kemerdekaannya tanpa mengetahui apa salah kita, tanpa adanya putusan hukum yang inkracht, kan kita bingung,” ujar Sunan Kalijaga saat ditemui di bilangan Kembangan, Jakarta Barat.

Membawa seseorang secara paksa dan kemudian menempatkannya di suatu lokasi dengan membatasi kebebasannya, perlu ditelusuri lebih lanjut. “Ini bisa dikategorikan memang penculikan,” ujarnya.

Aron Ashab Diduga Mengalami Kekerasan Fisik

Selain dugaan penyekapan, Sunan Kalijaga juga mengungkap cerita Aron terkait  perlakuan yang diterimanya selama berada di tempat itu. Ia menyebut kliennya mengalami tindakan yang tidak semestinya, termasuk dugaan kekerasan fisik.

Sunan mengaku telah mengingatkan Aron agar menyampaikan pengalaman yang benar-benar dialaminya dan tidak menambahkan hal yang tidak sesuai dengan fakta.

“Saya bilang, silakan kamu cerita, tapi jangan yang tidak sesuai dengan fakta. Bicara apa yang kamu alami sesungguhnya, seperti apa, dan kamu bisa pertanggungjawabkan,” tutur Sunan.

Ia menegaskan, keterangan Aron perlu ditelusuri untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi selama enam bulan tersebut.

Sunan Kalijaga Pertanyakan Alasan Aron Dibawa Paksa

Sunan mengaku belum memperoleh gambaran lengkap mengenai awal mula Aron dibawa ke lokasi tersebut. Pertemuannya dengan Aron terjadi di sebuah restoran di kawasan Senayan, Jakarta, dan berlangsung cukup singkat sehingga belum semua hal dibicarakan.

Karena itu, ia masih berupaya menggali informasi mengenai kronologi kejadian, pihak-pihak yang diduga terlibat, serta alasan Aron Ashab ditempatkan di lokasi tersebut.

Menurut Sunan, apabila seseorang diduga melakukan pelanggaran hukum, harus ada dasar yang jelas untuk menentukan tindakan yang dapat diambil terhadapnya.

Ia pun mempertanyakan kesalahan apa yang dituduhkan kepada Aron hingga kebebasannya dibatasi selama enam bulan.

“Apa salahnya Aron? Apa dasarnya untuk seorang Aron diambil, ditaruh, dikurung, tidak boleh keluar selama enam bulan?” kata Sunan.

Kondisi Aron Ashab Berubah Setelah Keluar

Sunan turut menggambarkan kondisi Aron Ashab ketika bertemu. Menurut dia, kliennya terlihat kebingungan bahkan ketakutan setelah keluar dari tempat yang selama ini disebut sebagai lokasi pembinaan.

“Rasanya kayak lepas dari satu tempat yang mungkin tidak pernah dia bayangkan,” ujar Sunan.

Ia menambahkan, Aron Ashab terlihat linglung dan menunjukkan rasa takut saat berbicara dengannya. Sunan menyebut, Aron masih mengingat seseorang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Ingatan itu dinilai dapat menjadi salah satu petunjuk untuk menelusuri rangkaian peristiwa yang dialaminya.

Baca Juga: Ruben Onsu Singgung Harga Diri di Mata Anak, Alasan Harus Laporkan Sarwendah

Sunan Kalijaga tidak menutup kemungkinan dugaan peristiwa yang dialami Aron Ashab akan dibawa ke ranah hukum. Ia juga menyinggung adanya orang lain yang diduga mengalami kejadian serupa setelah Aron menyampaikan pengalamannya melalui media sosial.

EDITOR: Abdul Rahman