← Beranda
IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi Rabu 30 September 2026, Cek Target Supportnya
Djati Waluyo• Rabu, 30 September 2026 | 14.39 WIB
Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali melanjutkan koreksinya pada perdagangan Rabu (30/9), setelah ditutup melemah sebesar 0,43 persen ke level 6,121 pada perdagangan Selasa (29/9).

MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y) sehingga masih terdapat peluang penguatan dalam jangka pendek untuk menguji 6,152-6,196.

Namun demikian, waspadai koreksi lanjutan yang akan menguji 5,850-5,946. Adapun, posisi support IHSG saat ini berada di rentang 6,041- 5,984 sedangkan resistance di level 6,297-6,419.

MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan Rabu (30/9), yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Baca Juga: Prediksi Rupiah Hari Ini 30 September 2026: Berpotensi Melemah ke Kisaran Rp 18.030 per Dolar AS

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) direkomendasikan dengan strategi Trading Buy. Saham BBCA sebelumnya terkoreksi 1,20 persen ke level 6.150 dan masih didominasi oleh volume pembelian.

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi BBCA saat ini sedang berada pada bagian akhir dari wave (a) dari wave [y]. Investor dapat menerapkan strategi Trading Buy pada kisaran 6.100-6.150, dengan target harga 6.275 hingga 6.400 dan stop loss di bawah 6.050.

Berikutnya, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham ICBP sebelumnya menguat 0,38 persen ke level 6.675 dan disertai dengan munculnya tekanan jual.

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi ICBP saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (B). Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 6.375-6.550, dengan target harga 7.000 hingga 7.175 dan stop loss di bawah 6.275.

Selanjutnya, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham MBMA sebelumnya menguat 0,81 persen ke level 500 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi MBMA saat ini sedang berada di akhir wave C dari wave (B). Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 474-490, dengan target harga 520 hingga 550 dan stop loss di bawah 462.

Berikutnya, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham UNTR sebelumnya menguat 3,28 persen ke level 25.175 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Penguatan UNTR pun mampu menembus MA60.

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi UNTR saat ini sedang berada di awal wave [v] dari wave 1. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 24.600-24.900, dengan target harga 25.650 hingga 26.550 dan stop loss di bawah 24.300.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan