JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali melanjutkan koreksinya pada perdagangan Kamis (1/10), setelah ditutup melemah sebesar 0,83 persen ke level 6,071 pada perdagangan Rabu (30/9).
MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y), cermati area koreksi terdekat yang berada pada level 6,050-6,079.
Apabila masih mampu berada di atas 6,013, maka masih terdapat peluang IHSG menguat untuk menguji kembali area 6,152-6,196. Adapun, posisi support IHSG saat ini berada di rentang 6,041- 5,984 sedangkan resistance di level 6,297-6,419.
MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan Kamis (1/10), yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
Baca Juga: BEM Sebut Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora Bukan Mahasiswa USTJ tapi Anggota KNPB
Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham AMRT sebelumnya terkoreksi ke level 1.320 dan disertai dengan adanya peningkatan tekanan jual.
MNC Sekuritas memperkirakan, posisi AMRT saat ini sedang berada di awal wave c dari wave (b). Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 1.290-1.315, dengan target harga 1.365 hingga 1.410 dan stop loss di bawah 1.270.
Berikutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) direkomendasikan dengan strategi Trading Buy. Saham BBRI sebelumnya terkoreksi 0,95 persen ke level 3.140 dan disertai dengan munculnya tekanan jual.
Selama BBRI masih mampu berada di atas level 3.110 sebagai stop loss, MNC Sekuritas memperkirakan posisi BBRI saat ini sedang berada di awal wave (v) dari wave [c]. Investor dapat menerapkan strategi Trading Buy pada kisaran 3.120-3.140, dengan target harga 3.300 hingga 3.370 dan stop loss di bawah 3.110.
Selanjutnya, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham BRMS sebelumnya terkoreksi 0,84 persen ke level 590 dan masih didominasi oleh tekanan jual.
MNC Sekuritas memperkirakan, posisi BRMS saat ini sedang berada pada akhir wave (C) dari wave [B]. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 570-590, dengan target harga 655 hingga 705 dan stop loss di bawah 545.
Berikutnya, saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham DSNG sebelumnya menguat 3,33 persen ke level 1.550 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.
MNC Sekuritas memperkirakan, posisi DSNG saat ini sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (B). Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 1.525-1.540, dengan target harga 1.585 hingga 1.650 dan stop loss di bawah 1.500.