JawaPos.com — Tumbuhnya industri pembiayaan digital mendorong kebutuhan akan proses penilaian kredit yang semakin akurat, transparan, dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.
Untuk itu, pemanfaatan credit scoring dan informasi perkreditan menjadi salah satu elemen penting untuk memastikan akses pembiayaan dapat terus berkembang tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
Ini mengemuka Dalam diskusi bertajuk “Optimalisasi Credit Scoring dan Informasi Perkreditan LPIP untuk Mendorong Pembiayaan Berkualitas dan Inklusif”. Salah satu perspektif industri dalam diskusi tersebut disampaikan oleh Ronny Wijaya, Direktur Indodana Fintech, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Risk Control & Technology Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).
Bagi Indodana Fintech (PT Artha Dana Teknologi), optimalisasi credit scoring tidak hanya berkaitan dengan kemampuan industri dalam menilai kelayakan calon penerima pembiayaan, tetapi juga bagaimana data dan informasi perkreditan dapat digunakan secara lebih optimal untuk membangun proses pembiayaan yang bertanggung jawab.
“Dengan dukungan informasi perkreditan yang semakin baik, proses pengambilan keputusan pembiayaan dapat dilakukan secara lebih terukur, sekaligus membuka peluang akses bagi masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam memperoleh pembiayaan formal,” ujar Ronny Wijaya.
Penguatan ekosistem informasi perkreditan juga dapat membantu menciptakan keseimbangan antara aspek inklusi dan manajemen risiko. Pemanfaatan data dalam proses credit scoring dapat membantu industri melihat lebih banyak indikator dalam memahami profil calon penerima pembiayaan. Hal ini menjadi semakin relevan seiring dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap produk pembiayaan yang cepat dan mudah diakses, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Inklusi keuangan bukan hanya tentang semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses pembiayaan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan akses tersebut diberikan secara tepat dan bertanggung jawab. Kita perlu membangun ekosistem pembiayaan yang dapat dipercaya oleh seluruh pihak, sehingga perluasan akses dapat berjalan seiring dengan kualitas pembiayaan dan pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan.” tambah Ronny Wijaya.
Dengan ekosistem yang semakin terintegrasi, perluasan akses pembiayaan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas pembiayaan dan perlindungan konsumen.