← Beranda
CEO Xbox Tegaskan Divisi Gim Microsoft Tidak Akan Dijual
Nanda Prayoga• Selasa, 6 Oktober 2026 | 04.08 WIB
Xbox Game. (Engadget)

JawaPos.com - CEO Xbox Asha Sharma menegaskan bahwa Microsoft tidak memiliki rencana untuk menjual divisi gimnya. Meski bisnis tersebut tengah menghadapi berbagai tekanan.

Pernyataan itu disampaikan di tengah serangkaian langkah efisiensi yang dilakukan Perusahaan. Mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK), restrukturisasi studio, hingga pembatalan sejumlah proyek.

Sebelumnya, sebuah laporan pada tahun ini menyebut Microsoft tengah mempertimbangkan langkah untuk meminimalkan kerugian dari bisnis Xbox, termasuk kemungkinan memisahkan divisi tersebut menjadi entitas tersendiri. Namun, dalam wawancara dengan The New York Times, Sharma menegaskan bahwa menjual Xbox bukan bagian dari rencana perusahaan.

"Xbox tidak untuk dijual. Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk membawa perusahaan menuju kesuksesan, serta mempertimbangkan kemitraan yang tepat, model operasional yang sesuai, dan segala hal lain yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut," ujarnya seperti dikutip dari Gadgets 360.

Pernyataan tersebut muncul dalam profil terbaru yang membahas berbagai tantangan Xbox sekaligus rencana Sharma untuk memulihkan bisnis gim Microsoft.

Xbox Hadapi Berbagai Tekanan

Divisi gim Microsoft telah mengalami sejumlah gejolak dalam beberapa tahun terakhir, termasuk setelah akuisisi Activision Blizzard pada 2023. Sejak saat itu, Xbox menutup sejumlah studio, membatalkan proyek, serta melakukan PHK terhadap ribuan karyawan.

Gelombang PHK terbaru yang diumumkan bulan lalu kembali berdampak terhadap ratusan pekerja. Sebanyak 268 karyawan diberhentikan dan langkah tersebut turut diikuti restrukturisasi di sejumlah studio Xbox.

Meski menghadapi berbagai tekanan, Sharma menegaskan bahwa masa depan Xbox tetap berada di bawah Microsoft. "Perjalanan kami bersama Microsoft masih panjang, dan kami akan mengambil perspektif jangka panjang," ujarnya.

 

Sementara itu, CEO Microsoft Satya Nadella juga disebut mendukung upaya Sharma untuk memulihkan kondisi bisnis Xbox dan mengembalikannya ke jalur pertumbuhan pada akhir tahun fiskal 2027. Nadella sebelumnya memuji langkah perampingan yang dilakukan Sharma dan menyebutnya sebagai hal yang sangat positif.

Namun, kebutuhan untuk membuat bisnis Xbox lebih berkelanjutan juga telah menjadi perhatian Microsoft.

Sempat Dikabarkan Akan Dipisahkan

Pada Juni, The Information melaporkan bahwa Microsoft sedang mempertimbangkan sejumlah opsi untuk Xbox, termasuk memisahkan divisi tersebut menjadi entitas tersendiri atau menjadikannya anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya.

Opsi lain yang disebut dalam laporan tersebut adalah menggandeng mitra eksternal dan mengubah Xbox menjadi usaha patungan (joint venture).

Laporan itu muncul beberapa hari setelah Sharma memaparkan kondisi bisnis Xbox sekaligus kebutuhan untuk merombak divisi tersebut dalam 100 hari ke depan. Perombakan itu mencakup berbagai aspek, mulai dari perangkat keras, konten, hingga layanan.

Saat itu, Sharma mengungkapkan bahwa Xbox beroperasi dengan margin akuntabilitas sebesar 3 persen. Metrik tersebut digunakan secara internal oleh Microsoft untuk mengukur profitabilitas sebuah divisi. Sharma juga mengonfirmasi bahwa pendapatan Xbox telah turun hampir USD 500 juta selama lima tahun terakhir.

Pada Juli, Sharma kemudian mengumumkan rencana restrukturisasi terbesar dalam sejarah Xbox. Salah satu langkahnya adalah melakukan PHK terhadap 3.200 karyawan menjelang akhir tahun fiskal.

Selain pengurangan jumlah karyawan, Xbox juga melepas Compulsion Games, Double Fine, dan Undead Labs. Studio-studio tersebut kemudian beroperasi secara independen atau berada di bawah kepemilikan baru.

 

 

EDITOR: Diar Candra