JawaPos.com - Samsung Galaxy A18 dirilis resmi di Indonesia setelah beberapa waktu lalu diumumkan secara global. Mengisi kelas menengah, smartphone terbaru Samsung ini mengandalkan layar Super AMOLED 6,7 inci dengan refresh rate 90Hz, tiga kamera belakang dengan sensor utama 50MP, serta integrasi Google Gemini untuk mendukung aktivitas digital sehari-hari.
Selain mengunggulkan layar dan kamera, Galaxy A18 dibekali baterai 5.000 mAh, pengisian daya 25W, NFC, dan sertifikasi IP64. Samsung juga menjanjikan dukungan pembaruan perangkat lunak hingga enam generasi serta pembaruan keamanan selama enam tahun.
Kehadiran Galaxy A18 menyasar pengguna yang membutuhkan smartphone untuk berbagai keperluan, mulai dari komunikasi, menikmati konten multimedia, mengabadikan momen, hingga mencari informasi dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).
Head of MX Category Management Samsung Electronics Indonesia Verry Octavianus mengatakan, kebutuhan terhadap smartphone semakin beragam karena satu perangkat kini digunakan untuk menjalankan banyak aktivitas.
“Ketika satu smartphone digunakan untuk semakin banyak aktivitas, pengguna membutuhkan perangkat yang dapat mengikuti ritme keseharian mereka dan membantu membuat berbagai aktivitas terasa lebih praktis,” ujar Verry di acara peluncuran di Jakarta pada Selasa (13/10).
Menurut dia, Galaxy A18 menggabungkan fitur berbasis AI, kamera utama 50MP, memori LPDDR5, NFC, serta layar Super AMOLED 90Hz untuk mendukung berbagai kebutuhan pengguna.
Kamera 50MP dengan Tiga Pilihan Sudut Pengambilan Gambar
Samsung Galaxy A18 membawa tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 50MP dengan aperture f/1.8, kamera ultra-wide 5MP dengan aperture f/2.2, dan kamera macro 2MP dengan aperture f/2.4.
Kamera utama 50MP dirancang untuk mengabadikan berbagai momen sehari-hari dengan detail. Sementara itu, kamera ultra-wide memungkinkan pengguna menangkap bidang pandang yang lebih luas, misalnya ketika mengambil foto bersama teman atau memotret pemandangan.
Adapun kamera macro dapat digunakan untuk memotret objek dari jarak dekat, seperti detail makanan, bunga, maupun benda berukuran kecil.
Untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, Galaxy A18 dilengkapi kamera depan 13MP dengan aperture f/2.0. Kombinasi tersebut memberikan pilihan kamera untuk berbagai kebutuhan, meskipun hasil pemotretan tetap dipengaruhi kondisi pencahayaan dan pengolahan gambar.
Google Gemini untuk Membantu Aktivitas Lintas Aplikasi
Galaxy A18 juga mengintegrasikan Google Gemini untuk membantu pengguna mencari informasi dan menjawab pertanyaan melalui perintah teks atau percakapan.
Samsung turut menyoroti fitur seamless action across apps yang dirancang untuk mempermudah pengguna melanjutkan aktivitas ke aplikasi lain setelah menemukan informasi yang dibutuhkan.
Sebagai contoh, pengguna dapat meminta Gemini memberikan referensi pakaian untuk hari pertama magang. Referensi yang dipilih kemudian dapat dijadikan panduan ketika menyusun daftar kebutuhan di Samsung Notes.
Fitur tersebut ditujukan untuk mempersingkat alur pencarian informasi sehingga pengguna tidak perlu berulang kali berpindah aplikasi untuk menyelesaikan suatu aktivitas.
Namun, ketersediaan dan cara kerja fitur Gemini dapat bergantung pada dukungan aplikasi, koneksi internet, pengaturan perangkat, serta ketersediaan fitur di wilayah pengguna.
Layar Super AMOLED 6,7 Inci dengan Refresh Rate 90Hz
Untuk kebutuhan multimedia, Galaxy A18 menggunakan layar Super AMOLED berukuran 6,7 inci dengan resolusi FHD+ dan desain Infinity-U. Layar tersebut mendukung refresh rate 90Hz yang memungkinkan pergerakan antarmuka terlihat lebih mulus dibandingkan layar 60Hz, terutama ketika menggulir halaman atau berpindah menu.
Panel Super AMOLED juga menawarkan kontras tinggi, sehingga dapat menunjang pengalaman menonton video, membaca, menjelajahi media sosial, dan bermain game.
Dari sisi performa, Samsung mencantumkan penggunaan memori LPDDR5. Perangkat ini menggunakan prosesor Helio G99+ dan tersedia dalam dua konfigurasi, yakni RAM 4 GB dengan penyimpanan internal 128 GB serta RAM 8 GB dengan penyimpanan internal 128 GB.
Perbedaan kapasitas RAM tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang sering menjalankan beberapa aplikasi sekaligus. Untuk kebutuhan penyimpanan tambahan, Galaxy A18 mendukung kartu microSD hingga 2TB.
Smartphone ini memiliki dimensi 167,4 x 77,9 x 7,7 milimeter dengan bobot 196 gram. Ukuran tersebut memberikan ruang layar yang cukup luas untuk menikmati konten, meskipun kenyamanan saat digenggam tetap bergantung pada preferensi masing-masing pengguna.
Baterai 5.000 mAh dan Pengisian Daya 25W
Galaxy A18 dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk berkomunikasi, mengakses internet, dan menikmati konten multimedia.
Samsung menyertakan dukungan pengisian daya cepat 25W. Kecepatan pengisian aktual dapat berbeda bergantung pada kondisi baterai, suhu perangkat, dan adaptor yang digunakan.
Untuk konektivitas, smartphone ini dilengkapi NFC yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan seperti mengecek atau mengisi saldo uang elektronik yang kompatibel.
Pada sisi perangkat lunak, Galaxy A18 menggunakan sistem operasi Android dengan antarmuka One UI 9.0. Samsung juga menyematkan Samsung Knox Vault untuk membantu melindungi informasi sensitif pengguna, termasuk data yang berkaitan dengan mekanisme pengamanan perangkat.
Menariknya, Samsung menjanjikan pembaruan perangkat lunak hingga enam generasi dan pembaruan keamanan selama enam tahun untuk Galaxy A18. Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu perangkat tetap relevan dan terlindungi selama masa pemakaian yang lebih panjang.
Galaxy A18 juga memiliki sertifikasi IP64 yang memberikan perlindungan terhadap debu dan cipratan air dari berbagai arah. Sertifikasi ini tidak berarti perangkat sepenuhnya kedap air, sehingga pengguna tetap perlu menghindari perendaman atau paparan cairan bertekanan tinggi.
Samsung Galaxy A18 tersedia mulai 16 Oktober 2026 dalam tiga pilihan warna, yakni Black, Silver, dan Light Blue dengan harga mulai Rp 4,2 jutaan.