← Beranda
Harga CPU, RAM, dan GPU Naik Terus, Siap-siap PC dan Laptop Makin Mahal
Rian Alfianto• Kamis, 15 Oktober 2026 | 03.40 WIB
Ilustrasi market PC. (NJBIZ)

JawaPos.com - Harga PC (personal computer) dan laptop berpotensi semakin mahal, setelah kenaikan harga RAM dan kartu grafis (GPU) mulai dibayangi kenaikan harga prosesor (CPU). 

Qualcomm, Intel, dan AMD dikabarkan ikut menyesuaikan harga chip mereka di tengah meningkatnya biaya produksi semikonduktor dan kebutuhan komputasi untuk kecerdasan buatan (AI).

Kondisi ini menjadi kabar kurang menggembirakan bagi gamer, perakit PC, hingga konsumen yang berencana membeli laptop baru.

Pasalnya, CPU, RAM, dan GPU merupakan komponen penting dalam menentukan biaya sebuah komputer.

Baca Juga: Tak Perlu Menunggu 1,5 Tahun! GTA 6 Versi PC Dirumorkan Rilis Awal 2027

Jika harga ketiganya naik bersamaan, anggaran untuk merakit PC atau membeli perangkat dengan spesifikasi tinggi berpotensi semakin membengkak.

Dampak mahalnya harga komponen PC ini tidak hanya dirasakan oleh pengguna yang ingin membangun PC gaming.

Konsumen yang membutuhkan komputer untuk bekerja, mengedit video, menjalankan aplikasi desain, hingga mengembangkan AI juga berisiko menghadapi harga perangkat yang lebih tinggi.

Harga Prosesor Qualcomm Naik 10 Persen

Mengutip Gizchina, Qualcomm dilaporkan mulai menerapkan penyesuaian harga pada sejumlah lini prosesornya pada Oktober ini.

Kenaikan tersebut disebut mencapai 10 persen, termasuk pada chip Snapdragon yang digunakan di sejumlah laptop modern.

Baca Juga: Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Pimpin Pasar

Penyesuaian harga ini berpotensi memengaruhi biaya produksi laptop berbasis ARM.

Produsen perangkat seperti Dell, Lenovo, dan HP bisa menghadapi kenaikan biaya pengadaan komponen apabila harga prosesor yang mereka beli ikut meningkat.

Meski demikian, kenaikan harga chip tidak otomatis membuat seluruh laptop mengalami kenaikan dengan persentase yang sama.

Produsen masih memiliki sejumlah pertimbangan, seperti persediaan komponen, biaya produksi lainnya, persaingan pasar, dan strategi penetapan harga.

Namun, jika tekanan biaya terus berlanjut, harga laptop generasi berikutnya berpotensi ikut terdampak.

Baca Juga: Harga Komputer Makin Mahal, Pengiriman PC Dunia Anjlok 20 Persen

Intel Dikabarkan Naikkan Harga CPU hingga 20 Persen

Intel juga disebut telah memulai penyesuaian harga prosesor sejak September. Kenaikan pada sejumlah produk dilaporkan berada di kisaran 10 persen, sementara beberapa konfigurasi tertentu disebut mengalami kenaikan lebih besar.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah prosesor Panther Lake pada konfigurasi kelas atas tertentu.

Berdasarkan laporan yang menjadi sumber informasi ini, kenaikan harganya disebut mencapai 15 hingga 20 persen.

Kenaikan tersebut dikaitkan dengan semakin kompleksnya teknologi chip dan proses manufaktur yang dibutuhkan untuk menghadirkan kemampuan komputasi generasi baru.

Namun, besaran kenaikan perlu dilihat berdasarkan produk dan konfigurasi yang dimaksud. Angka tersebut tidak bisa langsung dianggap berlaku untuk seluruh prosesor Intel.

Baca Juga: Capcom Mulai Andalkan AI, RE Engine Bakal Jadi Mesin Game Generasi Baru

Bagi konsumen, kenaikan harga CPU dapat menambah biaya saat mereka hendak merakit PC baru.

Jika harga prosesor naik bersamaan dengan RAM dan GPU, memilih komponen dengan performa tinggi berpotensi membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

AMD Berpotensi Ikut Menaikkan Harga Prosesor

Berpindah ke AMD belum tentu menjadi jalan keluar dari tekanan kenaikan harga CPU.

Produsen prosesor tersebut juga dikabarkan tengah menyiapkan penyesuaian harga untuk menghadapi meningkatnya biaya produksi semikonduktor.

Meski demikian, besaran kenaikan dan daftar produk yang terdampak belum dijelaskan secara terperinci dalam materi sumber.

Baca Juga: Microsoft Dikabarkan Bawa Xbox 360 ke PC, Pemilik Disk Fisik Bisa Dapat Versi Digital

Jika AMD turut melakukan penyesuaian harga, tekanan biaya berpotensi meluas ke berbagai segmen PC.

Konsumen yang selama ini membandingkan prosesor Intel dan AMD untuk mencari kombinasi harga dan performa terbaik perlu mempertimbangkan perkembangan harga terbaru sebelum membeli.

Harga jual akhir tetap bergantung pada banyak faktor, termasuk persaingan antarmerek, ketersediaan stok, nilai tukar, serta kebijakan distributor dan peritel.

RAM dan GPU Sudah Lebih Dulu Menekan Anggaran

Kenaikan harga CPU menambah persoalan yang sebelumnya sudah dihadapi pasar PC.

Harga RAM dilaporkan meningkat di tengah melonjaknya kebutuhan memori untuk pusat data AI.

Baca Juga: Omron Akuisisi Perusahaan Komputer Industri AS Senilai Rp 12,12 Triliun untuk Garap Physical AI

Sementara itu, kartu grafis juga mengalami tekanan harga akibat tingginya kebutuhan komputasi dan dinamika pasokan.

Industri AI membutuhkan perangkat keras dalam jumlah besar untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan.

Pembangunan pusat data turut meningkatkan permintaan terhadap memori, prosesor, GPU, dan berbagai komponen pendukung.

Situasi tersebut dapat memengaruhi ketersediaan komponen yang juga dibutuhkan pasar komputer konsumen.

Namun, penyebab kenaikan harga RAM, GPU, dan CPU tidak selalu sama. Masing-masing memiliki dinamika produksi, pasokan, dan permintaan tersendiri.

Baca Juga: Ransomware Payload Bisa Kunci Komputer Perusahaan Tanpa Enkripsi File

Masalahnya, konsumen PC harus menghadapi potensi kenaikan pada beberapa komponen sekaligus.

PC gaming, misalnya, membutuhkan kombinasi CPU yang mumpuni, RAM memadai, dan GPU yang sesuai dengan resolusi serta gim yang dimainkan.

Ketika harga komponen utama naik bersamaan, konsumen mungkin harus mengurangi spesifikasi yang dipilih atau menambah anggaran untuk mendapatkan performa yang sama.

Merakit PC dan Membeli Laptop Bisa Makin Mahal

Dampak kenaikan harga komponen tidak selalu langsung terlihat pada harga jual perangkat.

Produsen dan peritel mungkin masih memiliki stok lama yang dibeli dengan harga berbeda. Diskon dan persaingan pasar juga dapat menahan kenaikan harga untuk sementara waktu.

Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Karyawan Sebaiknya Berharap Diperlakukan Seperti Komputer Menurut Psikologi

Namun, jika biaya pengadaan komponen terus meningkat, produsen PC dan laptop berpotensi menyesuaikan harga produk baru.

Perangkat dengan spesifikasi tinggi bisa menjadi salah satu segmen yang paling terasa dampaknya karena membutuhkan komponen dengan kemampuan komputasi lebih besar.

Bagi gamer dengan anggaran terbatas, kondisi ini dapat membuat target merakit PC dengan spesifikasi tertentu semakin sulit dicapai.

Konsumen yang membutuhkan laptop untuk pekerjaan profesional juga perlu mempertimbangkan biaya tambahan jika mengincar perangkat dengan CPU dan GPU berperforma tinggi.

Meski begitu, kenaikan harga komponen tidak berarti semua PC dan laptop akan langsung menjadi lebih mahal.

Baca Juga: Nvidia Bidik Teknologi Otomatisasi, Peluang Kerja Programmer Pemula Terancam

Dampaknya akan berbeda menurut kelas perangkat, konfigurasi, waktu pembelian, dan kondisi pasar di setiap negara.

Perlukah Membeli PC Sekarang?

Konsumen yang berencana merakit PC atau membeli laptop baru sebaiknya mulai membandingkan harga dan menentukan kebutuhan utama.

Jika menemukan perangkat dengan spesifikasi sesuai dan harga yang kompetitif, produk generasi saat ini bisa menjadi alternatif sebelum muncul penyesuaian harga berikutnya.

Namun, keputusan membeli sebaiknya tidak hanya didorong kekhawatiran bahwa harga akan terus naik.

Periksa harga beberapa toko, bandingkan performa dengan kebutuhan, dan pertimbangkan kemungkinan peningkatan komponen pada masa mendatang.

Baca Juga: Lokomotif Rendah Emisi dan Berbaterai Jadi Target Pengembangan Teknologi Perkeretaapian Tiongkok

Bagi pengguna yang masih memiliki PC memadai, meningkatkan RAM atau kapasitas penyimpanan bisa menjadi pilihan lebih hemat dibandingkan mengganti seluruh perangkat.

Pilihan ini tetap bergantung pada kompatibilitas dan batas peningkatan komputer yang digunakan.

Kenaikan harga CPU, RAM, dan GPU menjadi sinyal bahwa biaya membangun PC berpotensi semakin berat.

Jika tren tersebut berlanjut dan diteruskan ke harga jual, komputer dengan spesifikasi tinggi bisa semakin sulit dijangkau oleh konsumen yang memiliki anggaran terbatas.

Baca Juga: Mengenal Teknologi Reverse Osmosis sebagai Pilihan Pengolahan Air Minum Isi Ulang

EDITOR: Bayu Putra