← Beranda
Beda Nasib Kereta Cepat, Di Indonesia Merugi, Di Saudi Beri Diskon untuk Jamaah Umrah dan Haji
Hilmi Setiawan• Kamis, 30 Oktober 2025 | 15.22 WIB
Penampakan kereta cepat Haramain di Stasiun Makkah, Arab Saudi. SAHL Group beri diskon tiket kereta cepat Haramain Makkah-Madinah untuk jamaah haji dan umrah Indonesia. (Bayu Putra/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Indonesia dan Arab Saudi sama-sama punyai transportasi modern berupa kereta cepat. Namun nasibnya berbeda.

Kereta Cepat Indonesia yang menghubungkan Bandung dan Jakarta saat ini tengah merugi. Sementara di Saudi, yang menghubungkan Makkah-Madinah, kereta cepat justru memberi diskon besar untuk jamaah umrah dan haji.

Adanya diskon harga tiket kereta cepat Saudi tersebut disampaikan pihak SAHL Group. Secara khusus, mereka menandatangani kerja sama dengan BPKH Limited di Jakarta (29/10).

Di antara butir kerja samanya adalah memberikan akses kepada BPKH Limited menjual tiket kereta cepat Saudi ke Indonesia dan beberapa negara lainnya.

Pihak SAHL Group Arab Saudi mengatakan mereka memberikan harga khusus untuk jamaah umrah maupun haji Indonesia yang membeli tiket kereta cepat Madinah-Makkah secara kelompok, minimal 11 orang.

Harga diskonnya adalah 199 riyal (Rp 879 ribu) untuk sekali jalan. Sedangkan tarif normal mereka adalah 245 riyal (Rp 1 jutaan).

Dalam kesempatan yang sama, CEO BPKH Limited Sidiq Haryono menyambut baik kerja sama mereka dengan SAHL Group itu.

"Ini adalah terobosan yang sangat baik sekali. Kita mencoba untuk memberikan layanan penjualan tiket kereta cepat Arab Saudi untuk ekosistem haji dan umrah," katanya.

Sidiq mengatakan, saat ini perjalanan dari Madinah ke Makkah atau sebaliknya sudah semakin mudah.

Tidak hanya menggunakan bus yang memakan waktu sekitar 5 jam. Tetapi juga bisa menggunakan kereta cepat dengan durasi hanya sekitar 2 jam.

Jarak Makkah-Madinah Hampir Setara Jakarta-Solo

Untuk diketahui, jarak Madinah dengan Makkah sekitar 550 km. Hampir setara jarak Jakarta ke Solo.

Ibadah haji maupun umrah sejatinya berfokus di Makkah saja. Namun, jamaah juga dijadwalkan berkunjung ke Madinah untuk berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW yang ada di Masjid Nabawi.

Biasanya jamaah umrah maupun haji tinggal beberapa hari di Madinah. Ada yang ke Madinah dahulu baru ke Makkah, atau sebaliknya.

Sidiq mengatakan, jamaah haji reguler sampai saat ini masih menggunakan bus untuk perjalanan dari Madinah ke Makkah atau sebaliknya. Namun, jamaah haji khusus banyak yang memilih menggunakan kereta cepat, ketimbang bus.

Dalam kesempatan itu Sidiq mengatakan BPKH Limited kembali siap bekerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk layanan haji 2026.

Pada haji 2025, BPKH Limited terlibat banyak dalam penyediaan kebutuhan jamaah. Khususnya menyuplai bumbu makanan khas Indonesia untuk katering jamaah haji.

Selain itu juga penyediaan toko-toko khas Indonesia di sejumlah hotel yang dihuni jamaah haji Indonesia di Makkah.

Untuk diketahui BPKH Limited adalah anak usaha dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kegiatan bisnis BPKH Limited bagian dari upaya pengelolaan keuangan haji.

Hasil pengelolaan keuangan haji digunakan untuk subsidi biaya haji reguler, sehingga jamaah tidak harus membayar biaya haji sesuai ongkos riilnya.

EDITOR: Bayu Putra