← Beranda
KH Marzuki Mustamar Gagal Berangkat Umrah, Mengaku Dilarang Masuk Arab Saudi
Dadang Kurnia• Senin, 12 Oktober 2026 | 22.44 WIB
KH Marzuki Mustamar. (Antara)

JawaPos.com - Kabar mengejutkan datang dari mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar.

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang tersebut mengaku terpaksa membatalkan niat menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci akibat mendadak dilarang masuk oleh otoritas Arab Saudi.

Informasi mengenai pencekalan tersebut diterima Kiai Marzuki saat dirinya sudah berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan bersiap melangkah masuk ke dalam pintu pesawat.

Video pengakuan dari sang tokoh NU itu pun menjadi perbincangan ramai setelah diunggah di akun TikTok @ngaosabah pada Minggu (11/10).

Baca Juga: Houthi Serang Bandara Riyadh, Keselamatan Jemaah Umrah ke Makkah dan Madinah Terancam

"Saya nggak jadi umrah karena sudah akan naik pesawat tau-tau dipanggil, nggak boleh masuk Saudi. Yang membuat pernyataan nggak boleh masuk, Saudi sendiri," kata Kiai Marzuki, dikutip dari video TikTok @ngaosabah, Senin (12/10).

Melalui video yang sama, Kiai Marzuki mengungkapkan bahwa berbagai langkah diplomasi sebenarnya telah diupayakan agar status larangan masuk tersebut bisa dicabut sehingga ia dapat melanjutkan perjalanan ibadahnya.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Riyadh telah melakukan komunikasi dan lobi intensif dengan pihak otoritas keamanan Arab Saudi.

Namun, pihak keamanan setempat tetap bersikeras menolak Kiai Marzuki masuk Arab Saudi.

"KJRI Riyadh sana, beberapa kali ngelobi pihak otoritas Saudi yang bagian security, PSS namanya, Saudi and Security. Sampai itu baru dapat WA, belum diizinkan," ungkapnya.

Baca Juga: Kemenhaj Imbau WNI dan Jemaah Umrah di Arab Saudi Tingkatkan Kewaspadan

Terkait alasan pasti di balik larangan masuk tersebut, Kiai Marzuki mengaku belum mengetahui akar permasalahannya secara mendetail.

Meski demikian, ia menduga ada beberapa kemungkinan pemicu. mulai dari persoalan administratif keamanan hingga adanya indikasi laporan negatif yang sengaja dikirimkan oleh oknum tertentu kepada otoritas Arab Saudi.

"Ada kemungkinan faktor keamanan, ada kemungkinan, mungkin tapi wallahu a'lam, ada orang yang kurang suka saya, memberi masukan, ya, memberi request ke pihak sana supaya fulan-fulan nggak boleh masuk Saudi," tuturnya.

Kendati niatnya beribadahnya ke Tanah Suci tertunda akibat insiden tersebut, Kiai Marzuki menyikapi kejadian ini dengan tenang dan lapang dada.

Ia meyakini bahwa pahala kebaikan serta syafaat Nabi Muhammad SAW bisa didapatkan di mana saja, termasuk melalui rutinitas mendidik dan mengajar para santri di pondok pesantren.

Baca Juga: Jamaah Umrah Indonesia Diminta Hindari Lokasi Rawan di Arab Saudi

"Ya nggak apa-apa, kami nggak tahu. Untuk mendapatkan syafaatnya Nabi bisa di mana-mana ya. Mulang (mengajar ngaji) sampeyan juga nggak kalah besar pahalanya kan. Nggak apa-apa. Dan kalau kebetulan orang-orang ini lagi berkuasa, suatu saat kekuasaannya juga hilang. Nggak akan selamanya," ucapnya.

JawaPos.com telah berupaya mengonfirmasi langsung kebenaran informasi tersebut kepada KH Marzuki Mustamar melalui pesan WhatsApp.

Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum merespon pesan yang dikirimkan tersebut.

EDITOR: Bayu Putra