← Beranda
Desain Baru PDU TNI Disetujui Presiden Prabowo, Kemhan Proses Panjang dan Maknanya
Syahrul Yunizar• Rabu, 7 Oktober 2026 | 00.01 WIB
Sejumlah pejabat TNI mengenakan PDU 1 dengan desain baru saat Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI pada Senin (5/10). (Kris/Biro Pers Setpres)

JawaPos.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengungkap proses panjang dan makna di balik Pakaian Dinas Upacara (PDU) 1 untuk trimatra TNI. Bukan hanya usulan dari Mabes TNI, desain baru tersebut sudah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.

Dalam keterangan resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan), uniform baru tersebut sengaja diperkenalkan dalam peringatan HUT ke-81 TNI. Kemhan menyebut, rancangan seragam resmi itu merupakan hasil pemikiran dan inovasi yang dikembangkan secara internal di lingkungan TNI.

”Sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas, kehormatan, dan tradisi TNI,” ungkap Kemhan dikutip pada Selasa (6/10). Tidak hanya internal TNI, rancangan desain PDU 1 Trimatra tersebut sudah melalui mekanisme pelaporan secara resmi dan memperoleh persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto selaku panglima tertinggi TNI.

Seragam PDU 1 Trimatra memadukan ketegasan karakter militer modern dengan kedalaman filosofi budaya nusantara. Desain itu mengadaptasi potongan seremonial yang terstruktur dari tailoring militer tradisional, dengan inspirasi khusus dari busana adat beskap modern.

”Sehingga menampilkan nilai-nilai luhur budaya nasional yang merefleksikan jati diri seluruh matra TNI,” imbuh Kemhan.

Dari sisi material, PDU 1 Trimatra terbaru menggunakan bahan yang disesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan Panglima TNI serta didukung penerapan teknologi garmen terkini.

Pemilihan material dan penerapan teknologi tersebut ditujukan untuk menunjang kenyamanan, kerapian, dan ketahanan seragam. Dengan begitu bisa tetap mendukung penampilan serta kesiapan prajurit dalam melaksanakan tugas dan upacara kedinasan.

”Salah satu keunikan PDU 1 Trimatra terbaru tercermin pada detail desain di bagian kerah dan manset lengan yang sarat makna filosofis. Kerah berwarna merah menjadi simbol kekuatan dan ketangguhan sekaligus penanda bagi perwira dan komandan,” terang Kemhan.

 

Khusus untuk bintara dan tamtama, warna dasar kerah diselaraskan dengan warna dominan seragam masing-masing matra. Detail rantai atau tambang pada kerah merepresentasikan simpul ikatan pengabdian yang kokoh dan tanpa bata. Desain itu menyatukan kekuatan Matra Darat, Laut, dan Udara dalam menjaga kedaulatan negara.

”Sementara itu, bordir padi pada bagian manset melambangkan dedikasi prajurit TNI yang senantiasa menjunjung kerendahan hati, namun tetap teguh berdiri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung serta pengayom kemakmuran rakyat,” beber Kemhan.

Lebih lanjut, Kemhan menyatakan bahwa identitas dan kebanggaan masing-masing matra tetap dipertahankan melalui penggunaan warna khas yang memiliki makna filosofis tersendiri.

Warna hijau pada TNI AD merepresentasikan karakter yang kokoh dan membumi, serta kedekatan prajurit dengan tanah air dan rakyat. Warna tersebut juga memiliki nilai historis sebagai warna kamuflase yang mencerminkan kesiapsiagaan dalam melaksanakan tugas dan operasi.

 

”Selaras dengan amanat Pasal 30 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ungkap Kemhan.

 

Warna putih pada TNI AL melambangkan kesiapsiagaan dan ketulusan pengabdian serta kerelaan prajurit untuk berkorban demi mempertahankan kedaulatan wilayah perairan NKRI. Adapun warna biru dongker pada TNI AU merepresentasikan langit dan ruang angkasa sebagai ruang pengabdian dalam pelaksanaan tugas.

 

”Sekaligus mencerminkan ketegasan, kewibawaan, kestabilan emosi, dan ketenangan prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan di medan tugas,” tutup Kemhan.

 

 

 

EDITOR: Diar Candra
Tags:pdutni