JawaPos.com – Kedisiplinan dalam menjalankan ibadah Puasa Ramadhan selalu menjadi kunci utama bagi umat muslim. Momen istimewa yang datang setiap tahun ini memberi kita banyak kesempatan emas. Oleh karena itu, kita perlu memanfaatkannya untuk mengumpulkan pahala sebanyak mungkin setiap harinya.
Dalam ajaran Islam, ada 5 adab berbuka puasa yang sangat dianjurkan untuk kita ikuti. Aturan sederhana ini dibuat agar ibadah puasa membawa kebaikan yang berlimpah. Siapa pun pasti bisa mempraktikkannya dengan mudah di rumah bersama keluarga tercinta.
Semangat umat Islam mempraktikkan Puasa Ramadhan 5 adab berbuka puasa selalu terlihat saat azan maghrib tiba. Seluruh panduan praktis mengenai tata krama ini dilansir dari situs keislaman Islamweb, Kamis (31/3). Kita hanya perlu membaca dan meniru kebiasaan baik tersebut secara rutin untuk menyempurnakan ibadah.
Menyegerakan Waktu Buka Puasa
Kita sangat disarankan untuk langsung berbuka puasa saat matahari sudah benar-benar terbenam. Jangan pernah sengaja menunda waktu makan jika memang tidak ada keperluan yang mendesak. Aturan santai ini membuktikan bahwa agama Islam sangat memudahkan umatnya dalam menjalankan ibadah.
Kebiasaan menyegerakan buka puasa ini dipercaya bisa mendatangkan banyak berkah bagi yang taat. Hal ini juga membantu tubuh kita agar lebih cepat pulih setelah seharian menahan lapar. Teladan dari kebiasaan baik ini sudah dipraktikkan langsung oleh orang-orang terdahulu.
Berbuka Menggunakan Kurma atau Air
Prioritas hidangan pembuka yang paling disarankan adalah buah kurma matang maupun kering. Makanan ringan dengan jumlah ganjil ini dikonsumsi pertama kali sebelum beralih menyantap menu utama. Rasa manis dari kurma sangat efektif untuk mengembalikan energi tubuh secara cepat.
Apabila kurma tidak tersedia di meja makan, meminum air putih dinilai sudah cukup
memadai. Air memiliki sifat dasar suci yang mampu membersihkan pencernaan setelah seharian berpuasa. Langkah sederhana ini sudah sepenuhnya memenuhi anjuran agama saat membatalkan puasa.
Mendahulukan Buka Sebelum Shalat
Tata cara yang tepat adalah membatalkan puasa terlebih dahulu sebelum mendirikan shalat Maghrib. Pendekatan ini membantu menenangkan pikiran sehingga ibadah shalat bisa dilakukan dengan lebih khusyuk. Perut yang tidak terlalu kosong akan membuat kita lebih fokus menghadap Sang Pencipta.
Seseorang tentu boleh melanjutkan makan besar setelah selesai menjalankan ibadah shalat wajib tersebut. Namun, jika hidangan utama sudah tersaji sepenuhnya di meja, makan malam bisa didahulukan tanpa tergesa-gesa. Aturan fleksibel ini bertujuan agar ibadah kita tidak terganggu oleh rasa lapar.
Melafalkan Doa Setelah Berbuka
Mengucapkan rasa syukur melalui doa khusus menjadi penutup yang indah setelah membatalkan puasa. Lafal doa ini mencerminkan kelegaan fisik sekaligus harapan spiritual kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita mengakui bahwa semua kekuatan untuk berpuasa berasal dari kemudahan yang diberikan-Nya.
Nabi Muhammad selalu menyempatkan diri melafalkan kalimat syukur yang spesifik ketika dahaganya telah hilang. Beliau mengajarkan umatnya untuk meyakini bahwa pahala ibadah tersebut sudah dicatat dengan pasti. Kebiasaan mulia ini sangat mudah dihafal dan diamalkan oleh siapa saja.
Menjaga Doa Menjelang Berbuka
Momen menunggu azan Maghrib berkumandang merupakan waktu yang sangat istimewa untuk memanjatkan permohonan. Setiap muslim didorong untuk memanfaatkan detik-detik berharga ini dengan memperbanyak zikir dan doa baik. Ketenangan hati menjelang berbuka membuat lisan kita menjadi lebih tulus dan fokus.
Harapan yang diucapkan oleh orang yang berpuasa hingga tiba waktu berbuka memiliki keutamaan luar biasa. Doa-doa yang dipanjatkan pada waktu kritis tersebut memiliki jaminan khusus untuk didengar dan dikabulkan. Oleh karena itu, kita sebaiknya tidak menghabiskan waktu sore hari dengan hal yang sia-sia.