Pencinta tanaman dalam ruangan (indoor plants) tentu tidak asing dengan tanaman monstera. Terutama monstera variegata. Tanaman monstera memiliki banyak jenis. Misalnya, monstera borsigiana, deliciosa, hingga obliqua atau yang kerap disebut Janda Bolong.
Semua jenis monstera itu bisa mengalami variegate atau mutasi gen. Penghobi sering menyebutnya dengan kelainan gen. Sebab, warna daun akan berubah. Tidak semuanya hijau. Bahkan, ada yang putih maupun kuning.
Penghobi tanaman sekaligus arsitek lanskap Dodik Ferdianto menjelaskan, daun monstera variegata punya corak yang unik. Garis tepinya juga tegas. Nah, bagi orang awam, memang sedikit susah mengenali tanaman tersebut.
Sering kali penjual yang nakal mengelabui pembeli dengan tanaman lain. Bukan jenis monstera. Melainkan sirih gading. Saat masih kecil, sekilas bentuk dua tanaman itu sama. Maklum, daunnya sama-sama belum pecah.
Karena itu, garis dan warnanya harus diperhatikan. Monstera variegata berwarna pekat dan punya garis tebal. Sementara itu, sirih gading memiliki daun dengan bercak putih. Dodik menyatakan bahwa karakteristik tanaman sirih gading memang seperti itu. Jadi, bukan variegata.
Baca juga: Memaksimalkan Lahan Sempit ala Mbak Bule
Variegata bisa terjadi pada semua jenis monstera. Uniknya, meski jenis variegata, tanaman tersebut bisa kembali seperti normal. Alias, tidak ada warna putih di daun atau batang. Namun, jangan khawatir. Jenis variegata selamanya akan tumbuh dengan corak yang khas. Hanya, dibutuhkan waktu. ’’Memang harus sabar,’’ kata Dodik.
Alumnus arsitektur lanskap Universitas Brawijaya (UB) itu mengungkapkan, bila memang bibitnya berasal dari monstera variegata, nanti ciri khasnya bisa kembali muncul. Bahkan, coraknya bisa lebih bagus.