JawaPos.com - Kalangan pesantren mengapresiasi kehadiran Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian saat ceramah Ustad Abdul Somad (UAS) di Masjid Az-Zikra, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/3) lalu. Tito yang mengenakan baju koko putih dengan peci hitam dan bersorban itu duduk berdekatan dengan Ustad Abdul Somad, didampingi Ustad Arifin Ilham selaku pimpinan Majelis Dzikir Az Zikra, serta sejumlah ulama lainnya. Tito pun tampak khusy menyimak ceramah UAS bahkan ikut bertanya.
Ketua Forum Santri Jabodetabek, Ustad Syamsuddin menuturkan, kemesraan yang ditunjukkan Kapolri dengan Ustad Somad, Kyai Arifin Ilham dan para ulama lainnya, menunjukan bahwa Polri secara institusi dan pribadi-pribadinya tidak ada soal dengan umat Islam. Tidak benar itu isu yang disebar seolah Polri memusuhi Islam.
“Saya yakin sebagian besar anggota polri itu muslim, Pak Tito juga muslim yang taat. Jadi memang heran kalau diisukan Polri memusuhi umat Islam,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/3).
Ustad Syamsuddin menambahkan, dari pertanyaan yang diajukan Kapolri kepada UAS, tampak benar bahwa Kapolri punya pandangan kritis dan penuh pengharapan agar Islam di Indonesia tetap utuh, bersatu dan sejahtera dalam bingkai NKRI. Bisa dilihat kapolri tidak mau ummat Islam di Indonesia diadu domba, dipecah belah, dibuat berperang hanya karena perbedaan ideologi, aliran, mazhab, pandangan politik atau bahkan karena perbedaan partai.
“Saya menyaksikan Pak Tito khawatir Islam di Indonesia terpecah pecah seperti di Suriah, Yaman dan negara lainnya. Padahal kaum muslim di sini adalah mayoritas. Pecahnya ummat Islam Indonesia bisa berarti pecahnya juga negara ini. Ini yang harus dihindari,” ujarnya.