← Beranda
100 Tahun Frans Seda, Keteladanan Sang Negarawan Lintas Zaman Bagi Generasi Muda
Latu Ratri Mubyarsah• Senin, 12 Oktober 2026 | 00.22 WIB
Peringatan 100 tahun kelahiran Frans Seda momentum penting menghidupkan kembali warisan pemikiran sang tokoh agar menginspirasi generasi penerus. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Sosok Frans Seda, seorang negarawan dan tokoh pendidikan, terus menjadi panutan yang relevan bagi generasi muda Indonesia masa kini.

Peringatan 100 tahun kelahirannya yang bertajuk Frans Seda Centennial Celebration: Empowering the Next Generation di Jakarta menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali warisan pemikiran sang tokoh agar terus menginspirasi generasi penerus. 

Melampaui zamannya, Frans Seda dikenal akan dedikasinya dalam membangun bangsa melalui pengembangan manusia dan pendidikan.

Baca Juga: Bacaan Misa Gereja Katolik Minggu, 11 Oktober 2026: Hari Minggu Biasa XXVIII

Managing Director Frans Seda Foundation Stefanus Ginting menyatakan, kiprah dan pemikiran Frans Seda menjadikannya sosok panutan yang melampaui masanya.

”Baik sebagai seorang negarawan, tokoh keagamaan, maupun tokoh pendidikan," kata Stefanus dalam keterangan (11/10).

Menurut dia, kesadaran Frans Seda sejak usia muda untuk berkontribusi bagi negara dengan mengusung semangat Untuk Tuhan dan Tanah Air merupakan nilai luhur.

Baca Juga: Doa Rosario Katolik: Urutan Doa, 4 Peristiwa, dan Makna Renungannya

Kesadaran ini diharapkan dapat terus dijaga, dirawat, dan dikembangkan anak muda saat ini dengan cara-cara baru. 

”Warisan ini diteruskan kepada kita untuk kita jaga, untuk kita rawat, dan untuk kita kembangkan dengan mencari jalan-jalan yang baru. Intinya sama, tujuannya sama, yaitu meresapi tata dunia yang semakin jauh dari nilai-nilai Injil,” tutur Uskup Keuskupan Agung Jakarta sekaligus Anggota Luar Biasa Frans Seda Foundation Ignatius Kardinal Suharyo, terkait nilai-nilai perjuangan yang ditinggalkan Frans Seda. 

Lebih jauh, Rektor Unika Atma Jaya Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K) mengajak, semua meneladani semangat Frans Seda.

”Peringatan satu abad ini bukan sekadar mengenang masa lalu. Lebih dari itu, juga menghidupkan kembali semangat pengabdian tersebut dalam pilihan dan tindakan sehari-hari,” ungkap Yuda Turana.

Untuk mendekatkan sosok inspiratif ini kepada generasi masa kini, perayaan satu abad Frans Seda dikemas dengan pendekatan yang modern.

Salah satu terobosan adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam sesi Bincang Bersama Frans Seda.

Baca Juga: BPN PKK: Pelayanan Gereja Jadi Ruang Membentuk Karakter Generasi Muda

Melalui inovasi teknologi ini, perwakilan lintas generasi, termasuk mahasiswa dan pelajar SMA, diajak untuk merefleksikan bagaimana nilai dan pemikiran Frans Seda tetap relevan dalam menjawab tantangan masa kini. 

Selain dialog berbasis teknologi, keteladanan perjalanan hidup beliau dari masa kecil hingga menjadi menteri juga diangkat melalui pementasan drama musikal.

Apresiasi terhadap kreativitas generasi muda turut diwujudkan melalui ragam kompetisi bertajuk What Lives On? yang mengajak puluhan pelajar dan mahasiswa mempelajari sosok Frans Seda lalu menuangkannya dalam karya kreatif seperti film pendek vertikal, cerita pendek, ilustrasi, hingga video reels. 

Baca Juga: Sosok Biarawati Sr. Klara Duha Menghidupkan Asa Anak Berkebutuhan Khusus dari Nias

Lebih dari sekadar mengenang sejarah masa lalu, peringatan ini membuktikan bahwa warisan nilai seorang Frans Seda adalah tentang aksi nyata.

Kepedulian sang tokoh terhadap pendidikan diteruskan melalui Gerakan 100 Sahabat untuk Sekolah yang menghimpun donasi sebesar Rp 145 juta.

Dana tersebut secara khusus dialokasikan untuk merenovasi SMPS Katolik Ile Bura serta Asrama Putra-Putri San Marco di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, guna mendukung masa depan generasi muda di wilayah tersebut. 

Baca Juga: Ikuti Jejak Alice Munro dan Saul Belllow, Pujangga Kanada Anne Carson Raih Nobel Sastra 2026

Melalui rangkaian inisiatif yang memadukan teknologi, seni, dan kepedulian sosial, semangat Frans Seda untuk terus belajar, memimpin dengan integritas, dan mengabdi kepada sesama diharapkan tidak hanya berhenti sebagai catatan sejarah.

Nilai-nilai keteladanan tersebut diharapkan mampu bertransformasi menjadi karya nyata yang terus memberdayakan dan menginspirasi generasi muda Indonesia dalam membangun bangsa.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah