JawaPos.com – Dibukanya Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung yang diprediksi bakal menarik banyak wisatawan di libur Natal dan tahun baru ini, membuat Satlantas Polres Tulungagung gercep melakukan rekayasa lalu lintas.
Rekayasa lalu lintas yang menyasar jalan menuju Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung itu diberlakukan dengan tujuan untuk mengantisipasi lonjakan pengguna jalan yang akan berlibur ke destinasi wisata bahari JLS Tulungagung.
Hal itu turut dikonfirmasi oleh Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Jodi Indrawan. Dilansir Radar Tulungagung (JawaPos Grup), Jodi membenarkan akan ada rekayasa lalu lintas untuk masyarakat yang akan menghabiskan masa libur Nataru ke obyek wisata bahari di sepanjang JLS Tulungagung.
“Bagi masyarakat yang akan berkunjung ke jalur wisata pantai sepanjang JLS akan ada beberapa peralihan arus lalu lintas,” jelasnya Kamis (21/12), seperti yang dikutip Radar Tulungagung (JawaPos Grup).
Lebih lanjut Jodi juga menjelaskan bahwa uji coba untuk rekayasa arus lalu lintas atau pengalihan arus lalu lintas ini telah dilakukan oleh pihaknya pada Rabu (20/12). Diketahui, rekayasa lalu lintas ini akan mulai diberlakukan pada Jumat (22/12).
Rekayasa arus lalu lintas pada awalnya akan diberlakukan di jembatan Ngujang. Jalur jembatan Ngujang ini diketahui akan ditutup dengan alat tolo-tolo atau pembatas jalan sebagai antisipasi pencegahan krosing.
Selain itu, pihaknya juga akan mematikan warna merah pada lampu lalu lintas di pertigaan Ngujang. Tepatnya dari arah utara menuju selatan dan arah barat menuju selatan, pengendara akan lolos dengan lampu warna kuning.
“Jadi yang dari arah utara dan barat itu kita prioritaskan untuk bisa lolos ke selatan dengan lampu warna kuning,” sambungnya.
Pemberlakuan rekayasa arus lalu lintas juga berlaku di simpang empat rumah sakit lama, jepun dan tamanan. Pada ketiga simpang empat tersebut, pengguna jalan dari arah utara ke arah selatan maupun sebaliknya akan diprioritaskan.
Baca Juga: Berkat Rampungnya JLS Tulungagung, Tujuh Pantai Ini Jadi Mesin FYP di Media Sosial
Lalu, di simpang empat Tamanan dan Gleduk, pihaknya akan memprioritaskan pengguna jalan dari arah barat ke timur. Kemudian, di jembatan Lembupeteng, pihaknya akan memasang tolo-tolo untuk pembatas jalan.
“Turun atau jalur putar balik di Jembatan Lembupeteng akan kami tutup, mulai dari swalayan sebelum jembatan sampai dengan mendekati Pos Pam Lembupeteng,” ungkapnya.
Selanjutnya, rekayasa arus lalu lintas dan tolo-tolo pembatas jalan juga dipasang di Pasar Bandung Tulungagung. Pengguna jalan dari arah Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek akan diarahkan lurus dari simpang tiga Pasar Bandung hingga simpang empat Bandung.
“Itu khusus untuk mobil kecil kita alihkan untuk lurus, nanti ketemu juga di jalan utama Besuki menuju JLS. Kalau untuk Bus besar baru melewati pertigaan Pasar Bandung,” pungkasnya.
Tak hanya memberlakukan rekayasa lalu lintas, Satlantas Tulungagung juga memasang papan jalan alternatif menuju JLS di Desa Sawo dan Desa Gambiran. Pemasangan papan jalan JLS itu bertujuan agar pengguna jalan yang menuju JLS tidak menumpuk di Pasar Bandung Tulungagung karena merasa kebingungan.
Baca Juga: Pembangunan Rest Area dan Penataan Warung-warung PKL di JLS Trenggalek Belum Terkondisikan
Sementara itu, Jodi juga menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat perkotaan yang akan terdampak oleh rekayasa lalu lintas ini. Sebab, lampu merah di daerah perkotaan akan di setting menjadi lebih lama dari biasanya.
“Jadi mohon maaf bagi masyarakat di perkotaan yang merasa lampu merahnya menjadi agak lebih lama. Karena memang itu kita setting supaya diprioritaskan pada arus yang lebih besar,” paparnya.