JawaPos.com - Koresponden dari saluran TV Al Araby dan jurnalis lainnya menjadi sasaran langsung tembakan tentara Israel saat melakukan liputan peristiwa di Jenin. Sebuah video beredar yang dibagikan oleh wartawan menunjukkan kamera dan perangkat siaran milik mereka terbakar akibat dari insiden itu.
Ameed Shehadeh, seorang korseponden untuk TV Al Araby mengatakan setidaknya ada 10 peluru yang ditembakkan ke kamera.
"(Mereka) menembak kamera dengan sekitar 10 butir peluru," kata Shehadeh.
Shehadeh bersama empat jurnalis lainnya terjebak di dalam satu rumah selama dua jam, sebelum akhirnya tim Bulan Sabit Merah (ambulance Palestina) mengevakuasi mereka.
"Kru Bulan Sabit Merah membawa kami keluar dari kamp Jenin dengan ambulans, setelah kami menjadi sasaran peluru tajam dari penembak jitu tentara teroris (Israel), dan kami dikepung di dalam sebuah rumah selama lebih dari dua jam," tulis Shehadeh di akun Facebook-nya.
"Saya melihat laki-laki membenturkan kepala mereka ke tembok karena mereka tidak dapat berbuat apa-apa untuk membela keluarga dan anak-anak mereka...anak-anak dan wanita menangis tanpa henti," sambung Shehadeh, seperti dikutip JawaPos.com dari Aljazeera, Senin (3/7).
Penyerangan tentara Israel di Jenin telah menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi kekerasan yang lebih besar.
Sementara itu, Gabungan Faksi Perlawanan Palestina yang terdiri dari partai politik di Gaza merilis sebuah pernyataan bahwa, "kami menyerukan kepada semua orang di kota, desa dan kamp, terutama di sekitar Jenin, untuk menghadapi pendudukan Israel dan mendukung Jenin."
"Kami menyerukan para pejuang perlawanan di semua tempat untuk menanggapi setiap agresi jika pasukan Israel melanjutkan kejahatannya terhadap rakyat kami."
Sejauh ini, akibat dari serangan Israel di kota Jennin, sembilan warga Palestina dikabarkan meninggal dunia.