← Beranda
Makin Brutal! Israel Intensifkan Serangan Hebat Dua Hari Beruntun Sebelum Jeda Kemanusiaan Dimulai
Elista Ita Yustika• Jumat, 24 November 2023 | 20.33 WIB
PERLAWANAN SENGIT: Asap menutupi langit Gaza Utara saat para pejuang Hamas berusaha menghadang laju militer Israel kemarin.

JawaPos.com - Pasukan Israel kembali lakukan serangan bertubi-tubi, sebelum jeda kemanusiaan yang telah disepakati oleh Israel dan Hamas dimulai.

Jeda kemanusiaan, merupakan salah satu poin gencatan senjata yang telah disepakati kedua belah pihak yakni Israel dan Hamas (Palestina) beberapa waktu lalu.

Namun, bukannya mengendorkan serangan, pihak Israel justru menyerang warga Palestina secara membabi buta sebelum jeda kemanusiaan itu berlangsung yakni mulai Jumat (24/11).

Dikutip JawaPos.com dari Antara, sejak Rabu malam, Israel meningkatkan serangannya di berbagai Jalur Gaza.

Salah satunya, daerah di sekitar Sekolah Khalifa di Beit Lahia di Gaza utara, yang merupakan rumah bagi lebih dari 8.000 pengungsi.

Penembakan artileri juga terjadi di Al-Fukhari di timur Khan Younis, tepatnya di selatan Jalur Gaza. Beberapa serangan udara lainnya menghantam sebuah rumah di Rafah.

Selain itu, pesawat-pesawat tempur Israel juga menyerang Kota Gaza di wilayah sekitar Sheikh Ridwan dan Shejaiya.

Tak cukup sampai disitu, pada hari Kamis nya, tepat satu hari menjelang jeda kemanusiaan, tentara Israel memperingatkan kemungkinan akan ada perubahan dalam perjanjian jeda kemanusiaan dengan Hamas di Jalur Gaza.

"Ini akan menjadi hari-hari yang kompleks. Tidak ada yang final sampai itu (jeda) benar-benar terjadi. Dan bahkan di tengah proses tersebut, mungkin ada perubahan kapan saja,” kata juru bicara militer Israel Daniel Hagari pada konferensi pers yang dikutip JawaPos.com dari Antara.

Tidak hanya itu, bahkan beberapa jam sebelum jeda kemanusiaan akan dimulai pada Jumat pagi, tentara Israel masih terus menggencarkan serangannya.

Kali ini pasukan Israel mengarahkan peledaknya pada generator-generator listrik Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Jalur Gaza utara.

Juru bicara kementerian Ashraf al-Qudra mengakatan bahwa penembakan hebat itu menyasar generator dan beberapa bangunan rumah sakit.

Selain itu, nyawa 200 pasien dan staf medis terancam dalam serangan itu, termasuk diantaranya tiga relawan RS Indonesia yang kemudian akan di evakuasi ke Mesir.

Proses evakuasi akibat serangan itu mungkin akan menghabiskan waktu jeda kemanusiaan Palestina yang telah disepakati, hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha.

Meski begitu, jeda kemanusiaan yang direncanakan selama empat hari ini masih memiliki kemungkinan untuk bisa diperpanjang. Harapannya, hal itu dapat membawa sedikit angin segar untuk warga Palestina.

WAFA (kantor berita resmi Palestina) melaporkan jumlah orang yang tewas dalam serangan Israel terakhir, meningkat sampai 14.854 orang, termasuk didalamnya 6.150 anak-anak dan 4.000 perempuan.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti