← Beranda
Belut Hidup Masuk Lewat Anus, Usus Pria Ini Robek 5 Cm hingga Jalani Operasi Darurat
Rian Alfianto• Minggu, 26 Juli 2026 | 01.30 WIB
ILUSTRASI. Belut laut. (PBS)

 

JawaPos.com - Seorang nelayan berusia 55 tahun di Bangladesh harus menjalani operasi darurat setelah seekor belut hidup masuk ke dalam tubuhnya melalui anus dan menyebabkan usus besarnya robek. Kasus medis yang sangat langka ini berujung pada infeksi serius di rongga perut dan nyaris mengancam nyawanya.

Laporan kasus tersebut dipublikasikan dalam International Journal of Surgery Case Reports oleh tim dokter dari Bangladesh dan Nepal. Para peneliti menyebut insiden ini merupakan salah satu kasus paling tidak biasa yang pernah mereka tangani dan hanya memiliki satu laporan serupa di dunia.

Pria tersebut datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri perut hebat disertai tanda-tanda peritonitis, yaitu infeksi pada lapisan rongga perut yang dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Awalnya, tim medis melakukan berbagai pemeriksaan untuk mencari penyebab kondisi pasien yang terus memburuk. Setelah didesak memberikan riwayat kejadian secara lengkap, pria itu akhirnya mengaku bahwa sehari sebelumnya, saat sedang memancing, seekor belut masuk ke dalam pakaiannya dan kemudian merayap masuk melalui anus.

Meski menyadari kejadian tersebut, ia memilih tidak segera mencari pertolongan medis karena berharap belut itu akan keluar dengan sendirinya.

"Penyusupan atau penyisipan benda asing tidak jarang terjadi, terutama pada populasi yang terlibat dalam pekerjaan tertentu atau kegiatan rekreasi," tulis tim dokter dalam laporan kasus tersebut.

"Namun, penetrasi dinding usus oleh hewan hidup, seperti ikan, adalah peristiwa yang tidak biasa dan hampir tidak terdokumentasi," lanjut laporan tersebut.

CT Scan Ungkap Usus Bocor

Hasil pemindaian menunjukkan adanya pneumoperitoneum, yaitu kondisi ketika udara terperangkap di dalam rongga perut. Temuan tersebut menjadi petunjuk kuat bahwa dinding usus pasien telah mengalami kebocoran sehingga berisiko memicu infeksi yang lebih luas.

Tim dokter pun memutuskan melakukan operasi darurat.

Saat operasi berlangsung, dokter menemukan lubang sepanjang sekitar 5 sentimeter pada kolon sigmoid, yakni bagian paling bawah dari usus besar. Mereka juga berhasil mengeluarkan seekor belut sepanjang 65 sentimeter yang saat itu masih hidup dan terus bergerak.

Temuan tersebut membuat kasus ini menjadi salah satu laporan medis paling unik terkait perforasi usus akibat hewan hidup.

Hanya Pernah Dilaporkan Sekali Sebelumnya

Menurut tim peneliti, kasus seperti ini sangat jarang terjadi. Sebelumnya hanya ada satu laporan serupa yang dipublikasikan pada 2004 di Hong Kong. Namun, terdapat perbedaan mencolok.

Dalam kasus Hong Kong, seorang pria berusia 50 tahun dilaporkan sengaja memasukkan belut ke dalam anus sebagai upaya mengatasi sembelit.

Sementara pada kasus di Bangladesh, pasien mengaku kejadian itu berlangsung secara tidak sengaja ketika sedang memancing.

Selain menjadi kasus medis yang langka, sebagaimana dikutip via Science Alert, para dokter menilai insiden ini memberikan pelajaran penting bagi tenaga kesehatan.

Mereka menekankan bahwa nyeri perut hebat dengan penyebab yang tidak biasa tetap harus dipertimbangkan sebagai kemungkinan perforasi usus, terutama bila pasien memiliki riwayat pekerjaan atau aktivitas tertentu.

Tim medis juga mengingatkan pentingnya menggali riwayat pasien secara mendalam, karena banyak pasien enggan menceritakan kejadian yang dianggap memalukan.

"Pengambilan riwayat yang cepat dan menyeluruh sangat penting untuk mendapatkan informasi yang relevan, karena pasien mungkin ragu untuk mengungkapkan keadaan yang memalukan atau tidak biasa seputar gejala mereka," tulis para dokter.

Mereka juga menyarankan penggunaan kombinasi pemeriksaan pencitraan dan tes laboratorium agar penyebab kasus-kasus yang tidak lazim dapat diidentifikasi lebih cepat sehingga penanganan bisa segera dilakukan.

Setelah menjalani operasi, dokter melakukan prosedur kolostomi untuk membantu proses penyembuhan usus pasien.

Laporan tersebut menyebutkan kondisi pria itu terus membaik selama perawatan. Ia diperbolehkan pulang dari rumah sakit empat hari setelah dirawat tanpa mengalami nyeri maupun komplikasi lanjutan.

Menutup laporannya, tim peneliti menegaskan bahwa penanganan cepat menjadi faktor utama yang menyelamatkan nyawa pasien.

"Kasus ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan penyebab sakit perut yang tidak biasa, terutama dalam riwayat pekerjaan yang relevan. Intervensi bedah yang cepat sangat penting untuk hasil klinis yang menguntungkan," tutup para tim dokter.

EDITOR: Estu Suryowati