← Beranda
Perang Tak Kunjung Usai, Donald Trump Semakin Frustrasi Hadapi Iran
Rian Alfianto• Sabtu, 1 Agustus 2026 | 19.06 WIB
Ilustrasi mimik wajah marah Donald Trump. (CNN)

 

JawaPos.com - Konflik Amerika Serikat dan Iran memasuki bulan keenam tanpa tanda-tanda mereda. Di tengah eskalasi serangan militer terbaru, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan semakin frustrasi karena para pejabat tinggi di Gedung Putih belum memiliki kesepakatan mengenai tujuan akhir perang maupun strategi untuk mengakhirinya.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai arah kebijakan Washington. Hingga kini, pemerintahan Trump disebut masih berbeda pendapat apakah fokus utama operasi militer ditujukan untuk menghentikan ancaman program nuklir Iran, mengamankan Selat Hormuz, atau melumpuhkan kemampuan rudal dan drone Teheran.

Di saat yang sama, Iran kembali mengancam akan membalas serangan terbaru Amerika Serikat yang diklaim menghantam sejumlah target militer.

Iran Janji Balas Serangan Terbaru AS

Ketegangan meningkat setelah Iran menyatakan akan menghukum Amerika Serikat menyusul operasi militer yang dilakukan Washington dalam semalam.

Baca Juga: Hotel Pullman Jakbar Terbakar, Petugas Menduga Api Berasal dari Salah Satu Lantai

Militer AS mengumumkan telah melancarkan 'gelombang besar serangan' terhadap sasaran tertentu sebagai respons atas serangan sebelumnya yang dilakukan Iran terhadap pasukan Amerika di kawasan Timur Tengah.

Aksi saling balas tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Trump mengancam akan meningkatkan operasi militer apabila Iran tidak mengubah sikapnya.

Trump Kesal karena Strategi Perang Belum Jelas

Melansir NBC News, di balik keputusan-keputusan militer tersebut, Trump disebut mulai kehilangan kesabaran terhadap perkembangan konflik.

Sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan internal Gedung Putih mengungkapkan bahwa presiden merasa frustrasi karena belum ada kesepakatan di antara para penasihat keamanan nasional maupun sekutunya mengenai tujuan utama perang.

Akibatnya, pemerintah AS dinilai kesulitan menyusun strategi keluar atau endgame yang jelas.

"Pemerintahannya belum sepakat apakah perang ini berkaitan dengan ancaman nuklir, Selat Hormuz, atau program rudal dan drone Iran. Karena itu mereka juga belum bisa menentukan bagaimana perang ini harus diakhiri," kata sumber yang mengetahui diskusi tersebut.

Menurut dua sumber lain, Trump bahkan meluapkan emosinya dalam pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi keamanan nasional pekan lalu. Dalam rapat tersebut, ia dilaporkan melontarkan kata-kata kasar karena tidak puas dengan perkembangan situasi.

Sekutu Trump: Presiden Sangat Frustrasi

Seorang sekutu dekat Trump menggambarkan kondisi presiden saat ini sebagai sangat frustrasi.

Baca Juga: Diperankan So Ji Sub hingga Choi Dae Hoon, Agent Kim Reactivated Merilis Video di Balik Layar

"Presiden sangat frustrasi. Saya rasa dia tidak menyangka akan sesulit ini membuat Iran bersedia menyepakati sebuah perjanjian," ujar sekutu Trump.

Ia menambahkan bahwa hingga kini pemerintahan Trump belum memiliki strategi yang benar-benar jelas mengenai berapa lama konflik harus berlangsung maupun langkah apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan akhirnya.

"Tidak ada strategi yang benar-benar jelas mengenai berapa lama konflik ini akan berlangsung atau apa yang harus dilakukan untuk mencapai titik akhir," lanjutnya.

Perbedaan Sikap Picu Kekhawatiran Perang Berkepanjangan

Perbedaan pandangan di internal pemerintahan AS memunculkan kekhawatiran bahwa Washington berpotensi semakin terjebak dalam konflik yang berkepanjangan.

Sejumlah pengamat menilai Iran masih menunjukkan daya tahan yang tinggi menghadapi tekanan militer, sementara perang yang berlangsung selama berbulan-bulan juga mulai menghadapi penolakan yang semakin besar di dalam negeri Amerika Serikat.

Tanpa adanya kesepakatan mengenai sasaran akhir operasi militer, langkah pemerintahan Trump selanjutnya diperkirakan masih akan dipenuhi ketidakpastian, sementara ketegangan dengan Iran terus meningkat.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan