← Beranda
Penembakan di Montana Tewaskan 8 Orang, Rumah Kemudian Terbakar
Rian Alfianto• Rabu, 26 Agustus 2026 | 16.44 WIB
Tragedi penembakan di Montana, diduga motif keluarga, rumah yang jadi TKP kemudian terbakar. (NBC News)

JawaPos.com - Delapan orang, terdiri dari empat anak-anak dan empat orang dewasa, tewas dalam penembakan di sebuah rumah di Billings, Montana, Amerika Serikat.

Rumah tersebut kemudian terbakar, sementara pelaku ditemukan tewas akibat luka tembak yang dilakukannya sendiri.

Polisi Billings menyebut kasus ini sebagai penyelidikan pembunuhan. Hingga Selasa, identitas delapan korban belum diumumkan karena proses penyelidikan dan evakuasi di lokasi masih berlangsung.

Baca Juga: Stadion Sultan Agung Siap Sambut Musim Baru, PSIM Jogja Kantongi Nilai Risk Assessment 74,92 Persen

"Untuk melindungi integritas investigasi yang sedang berlangsung ini dan upaya pemulihan yang sedang berlangsung, tidak ada informasi tambahan yang akan dirilis saat ini," kata Kepolisian Billings dalam pernyataan bersama dengan Yellowstone County Sheriff’s Office dilansir via NBC.

Penembakan Berawal dari Gangguan Keluarga

Peristiwa itu terjadi akhir pekan lalu, pada malam hari di kawasan West End, Billings. Polisi dan petugas sheriff menerima panggilan darurat terkait penembakan di blok 300 White Star Circle sekitar pukul 18.01 waktu setempat.

Menurut keterangan polisi, suara tembakan bahkan terdengar saat panggilan 911 berlangsung.

Petugas tiba sekitar 10 menit kemudian dan mendengar suara tembakan kembali dari bagian belakang rumah. Sekitar tiga menit setelah petugas tiba, rumah tersebut sudah sepenuhnya dilalap api.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Capricorn 26 Agustus 2026: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan

Polisi sebelumnya menggambarkan kejadian itu sebagai family disturbance atau gangguan dalam lingkungan keluarga.

Namun, hingga kini belum ada keterangan mengenai motif penembakan maupun hubungan antara pelaku dan para korban.
Pelaku disebut meninggal akibat tembakan yang dilakukan terhadap dirinya sendiri, menurut laporan KULR, afiliasi NBC di Billings.

Kondisi di lokasi membuat proses penanganan menjadi jauh lebih sulit. Rekaman dari lokasi memperlihatkan sejumlah petugas berlindung di balik kendaraan patroli, sementara tim taktis bergerak mendekati bangunan menggunakan perisai pelindung.

Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk menangani kobaran api. Namun, akses terhadap sumber air dan jumlah hidran yang tersedia disebut menjadi salah satu kendala dalam upaya pemadaman.

Kepala Pemadam Kebakaran Billings Matt Hoppel mengatakan kondisi api terus memburuk.

"Keterlambatan akses terbatas menghadirkan tantangan yang signifikan, kondisi kebakaran terus memburuk, dan para penduduk akhirnya ... termakan oleh api," ujar Hoppel sehari kemudian.

Baca Juga: Kronologi Aktor Revaldo Ditangkap di Apartemen Tangsel, Ada Sisa Sabu-Sabu

Asal mula kebakaran juga masih diselidiki. Polisi belum memastikan apakah api berkaitan langsung dengan penembakan atau bagaimana kebakaran tersebut bermula.

Hingga informasi terbaru disampaikan, pihak berwenang belum mengumumkan nama maupun rincian mengenai delapan korban.

Polisi mengatakan kondisi struktur rumah yang terbakar turut mempersulit proses pemeriksaan dan pemulihan korban.

“Ini adalah proses yang kompleks,” kata pihak kepolisian, merujuk pada kondisi bangunan setelah kebakaran.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Pisces 26 Agustus 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

Sheriff Yellowstone County Interim Kent O’Donnell meminta masyarakat memberikan waktu kepada penyidik untuk menyelesaikan pemeriksaan di lokasi.

Sementara itu, Sgt. Jeff Stovall dari Kepolisian Billings menegaskan bahwa sebagian informasi memang sengaja belum disampaikan kepada publik agar penyelidikan tidak terganggu.

Dengan delapan korban jiwa, termasuk empat anak-anak, kasus ini menjadi penyelidikan besar bagi aparat Billings. Polisi masih berupaya mengungkap secara utuh rangkaian penembakan, penyebab kebakaran, serta kemungkinan motif di balik tragedi tersebut.

EDITOR: Bintang Pradewo