← Beranda
Dewan Keamanan Iran Bantah Klaim Aksi Mliter sebagai Respons Sanksi
Antara• Senin, 28 September 2026 | 02.00 WIB
Ilustrasi konfrontasi militer antara AS-Israel dengan Iran. (Gemini AI)

 

JawaPos.com - Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran membantah laporan media yang menyebut Iran akan mengambil tindakan militer sebagai respons terhadap sanksi terbaru Amerika Serikat (AS) yang menargetkan penerbangan Iran.

Menanggapi sanksi baru AS terhadap penerbangan Iran, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan bahwa jika negara-negara kawasan bergabung dengan sanksi AS yang melarang penerbangan dari dan menuju Iran, bandara di negara-negara tersebut "tidak akan lagi dapat mengoperasikan penerbangan."

"Publikasi media mengenai sejumlah kutipan palsu dan penafsiran keliru terkait pernyataan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi mengenai penerbangan telah menimbulkan pertanyaan," kata dewan tersebut dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Antara, Minggu (27/9)

"Kami membantah klaim bahwa Iran akan mengambil tindakan militer sebagai respons terhadap pemberlakuan sanksi terbaru terhadap penerbangan Iran," imbuh pernyataan dewan itu.

Dewan tersebut mencatat bahwa Iran saat ini tengah berunding dengan sejumlah negara untuk mencabut pembatasan tertentu terhadap penerbangan.

"Ada sejumlah skenario tindakan balasan yang dapat diterapkan terhadap bandara tertentu jika diperlukan, meskipun kami tentu berharap hal itu tidak sampai terjadi," imbuh dewan tersebut.

Baca Juga: Oman Berkomitmen Jaga Navigasi di Selat Hormuz

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan bahwa mulai 23 September, maskapai penerbangan Iran tidak lagi dapat mengoperasikan penerbangan dan akan ditolak dari layanan di darat akibat sanksi tersebut.
 

EDITOR: Kuswandi