JawaPos.com - Jumlah pengungsi akibat konflik militer yang masih berlangsung di Yaman telah melampaui 145.000 orang, dengan hampir 16.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam sepekan terakhir, menurut Organisasi Migrasi Internasional (IOM), Senin (28/9).
"Lebih dari 145.000 orang telah mengungsi di delapan wilayah di Yaman sejak konflik memanas di Pantai Barat pada Juni, menurut data terbaru yang dirilis hari ini oleh IOM. Per hari ini, Senin, jumlahnya mencapai 145.308 orang," menurut pernyataan tersebut, dilansir dari Antara, Selasa (29/9).
Angka tersebut meningkat 15.870 jiwa dibandingkan dengan data pada 21 September dan mengalami kenaikan lebih dari 12 persen dalam satu pekan.
"Kegubernuran Ta'iz tetap menjadi pusat krisis, dengan jumlah pengungsi terbanyak, yaitu 81.444 orang, lebih dari setengah dari total nasional," bunyi pernyataan tersebut.
Situasi di Yaman semakin memanas pada pertengahan Juli ketika pasukan pro-pemerintah menyerang bandara di Sanaa tepat saat sebuah pesawat dari Iran, yang mengangkut delegasi pemimpin Houthi, sedang mendarat.
Baca Juga: Yaman Kembali Memanas, Bandara Sanaa Dibom Pemerintah, Houthi Balas Serang Arab Saudi dengan Rudal
Pihak Houthi menyalahkan Arab Saudi atas serangan tersebut dan menyatakan perang terhadap kerajaan itu, serta bersumpah akan melanjutkan aksi permusuhan hingga blokade terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi dicabut.
Baru-baru ini, Houthi meraih kemajuan signifikan di wilayah barat daya dan barat Yaman, dengan merebut pesisir Laut Merah dan pemukiman-pemukiman di dekat Selat Bab al-Mandab.