← Beranda
Terungkap, Ternyata Netanyahu dan Presiden UAE Dilaporkan Bertemu Pejabat 10 negara
Antara• Rabu, 30 September 2026 | 21.51 WIB
Benjamin Netanyahu. (Jamaica Observer)

 

JawaPos.com - Pejabat dari 10 negara dikabarkan ikut berpartisipasi dalam pertemuan antara pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Uni Emirat Arab (UAE) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, di Abu Dhabi.

Dilansir dari Antara pada Rabu (30/9), menurut laporan Channel 14 Israel, mengutip sumber dari UAE yang tidak disebutkan namanya, menyatakan bahwa pertemuan itu berlangsung dalam dua tahap, di mana tahap pertama melibatkan Netanyahu dan Sheikh Mohamed.

Disebutkan pula bahwa sesi kedua yang diperluas mencakup perwakilan dari AS, Arab Saudi, Maroko, Mesir, Kuwait, Bahrain, Libya, dan Oman, selain Israel dan UAE.

Negara-negara yang disebutkan dalam laporan tersebut tidak segera memberikan komentar.

Sumber anonim itu dikutip mengatakan bahwa pertemuan tersebut berfokus pada penguatan kerja sama keamanan dan intelijen antara Israel dan UAE serta pembentukan kerangka kerja pertahanan regional untuk menghadapi "ancaman bersama."

Laporan itu juga menyebutkan bahwa para peserta membahas langkah-langkah terkait Iran dan Houthi Yaman, bantuan intelijen dan keamanan bagi Arab Saudi, serta kemungkinan pembentukan aliansi regional baru.

Channel 14 lebih lanjut menyatakan bahwa para peserta membahas kemungkinan pembentukan jalur transportasi minyak yang tidak melewati Selat Hormuz.

Kantor berita resmi UAE, WAM, melaporkan pada Senin bahwa Sheikh Mohamed telah menerima kunjungan Netanyahu ke negara tersebut pada Minggu.

WAM menyebutkan bahwa kedua pemimpin membahas hubungan bilateral serta cara-cara untuk memperkuat dan mengembangkannya.

Baca Juga: Pererat Hubungan Bilateral, Netanyahu Kunjungi Uni Emirat Arab

Kantor Netanyahu kemudian mengonfirmasi bahwa dia dan istrinya telah mengunjungi UAE pada Minggu, dan menyatakan bahwa pembicaraan berfokus pada penguatan hubungan bilateral dan tantangan regional.

Disebutkan pula bahwa Netanyahu didampingi oleh kepala Dewan Keamanan Nasional Shmuel Ben Ezra, kepala badan intelijen Mossad Roman Gofman, sekretaris militer Guy Markizano, dan penasihat politik Ophir Falk.

 

EDITOR: Kuswandi