← Beranda
Pilih Sekjen Baru, PBB Gelar Pemungutan Suara Pendahuluan Keempat
Antara• Rabu, 30 September 2026 | 22.12 WIB
Rapat darurat Dewan Keamanan (DK) PBB di New York, Selasa (31/3) waktu setempat/(Istimewa).

 

JawaPos.com - Dewan Keamanan PBB menggelar pemungutan suara awal keempat yang tidak mengikat pada Selasa (29/9). Hal ini dilakukan seiring dengan berlanjutnya proses pemilihan pengganti Sekretaris Jenderal Antonio Guterres ke tahap berikutnya.

Utusan Prancis untuk PBB, Jerome Bonnafont, yang menjabat sebagai presiden Dewan Keamanan untuk September, mengonfirmasi bahwa putaran keempat tersebut telah rampung.

"Putaran keempat pemungutan suara awal telah dilaksanakan. Setiap kandidat akan diberitahu mengenai hasilnya melalui perwakilan tetap dari negara anggota yang mencalonkan mereka," kata Bonnafont kepada wartawan, dilansir dari Antara, Rabu (30/9).

Dia juga menyampaikan bahwa presiden Majelis Umum PBB akan diberitahu mengenai selesainya pemungutan suara tersebut, serta mengonfirmasi keberadaan tujuh kandidat.

Sementara itu, sejumlah laporan mengindikasikan bahwa diplomat Kosta Rika, Rebeca Grynspan, memimpin persaingan untuk menjadi pemimpin PBB berikutnya.

Pemungutan suara awal yang bersifat rahasia itu dirancang untuk mengukur tingkat dukungan di antara 15 anggota Dewan Keamanan dan berpotensi mengerucutkan jumlah kandidat sebelum rekomendasi resmi diajukan kepada Majelis Umum.

Seorang kandidat membutuhkan setidaknya sembilan suara di Dewan Keamanan untuk memperoleh dukungan yang disyaratkan, sementara kelima anggota tetap: AS, China, Prancis, Rusia, dan Inggris, dapat menghalangi kandidat melalui hak veto.

Kandidat yang akhirnya terpilih harus diangkat oleh Majelis Umum; langkah itu umumnya dianggap sebagai formalitas setelah Dewan Keamanan mencapai kesepakatan.

Masa jabatan Guterres akan berakhir pada 31 Desember.

Sejauh ini, terdapat delapan kandidat yang telah dicalonkan: diplomat Kosta Rika Rebeca Grynspan, Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi dari Argentina, mantan presiden Senegal Macky Sall, dan Duta Besar Guyana untuk PBB Carolyn Rodrigues Birkett.

Selain itu, mantan presiden Majelis Umum PBB Maria Fernanda Espinosa dari Ekuador, mantan presiden Chile Michelle Bachelet, politisi sekaligus diplomat Uganda Olara Otunnu, dan diplomat Ekuador Ivonne A-Baki.

 

EDITOR: Kuswandi