JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia bergerak naik pada perdagangan Jumat (2/10) di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengancam pemulihan arus pasokan energi.
Melansir Investing pada pukul 07:10 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,16 poin atau 0,17 persen ke level 102,48 dollar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan perdagangan Kamis (1/10) pagi sebesar 97,88 dollar per barel.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 0,15 poin atau 0,16 persen ke level 93,01 dollar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan perdagangan Kamis (1/10) pagi sebesar 90,08 dollar per barel.
Melansir Bloomberg, Menurut seorang pejabat AS, Pentagon berencana mengerahkan satu kapal induk tambahan serta 10.000 personel Angkatan Laut dan Korps Marinir ke Teluk Persia.
Pengerahan tersebut akan memberi Presiden Donald Trump lebih banyak opsi jika ia memutuskan untuk meningkatkan serangan terhadap Iran.
Ketegangan kembali meningkat ketika kekhawatiran terhadap pasokan dari Timur Tengah mulai mereda. Para analis Wall Street pada awal pekan ini mengatakan bahwa arus pasokan dari kawasan tersebut hampir kembali ke level sebelum perang, meskipun pasokan bahan bakar belum pulih dengan tingkat yang sama.
Sementara itu, Iran tidak memuat minyak mentah ke kapal tanker sepanjang September. Kondisi ini menjadi indikasi terbaru bahwa blokade laut oleh AS telah memutus akses Republik Islam tersebut ke pasar energi.
Kontrak berjangka minyak mengalami fluktuasi tajam sepanjang pekan ini seiring para pedagang mempertimbangkan pemulihan arus pasokan dari Timur Tengah dan risiko eskalasi konflik.
Harga Brent masih tercatat naik 70 persen sepanjang tahun ini, seiring perang AS-Iran memasuki bulan kedelapan dan belum menunjukkan banyak kemajuan menuju penyelesaian diplomatik.