JawaPos.com - Pilot asal India, Smit Machchhar, menjadi sosok penting yang disebut membantu menyelamatkan 174 orang dalam penerbangan flydubai yang nyaris berakhir tragis setelah co-pilot menyerangnya di dalam kokpit.
Meski bersimbah darah dan mengalami luka serius, Machchhar masih sempat membuka pintu kokpit sehingga penumpang dan kru dapat masuk, melumpuhkan penyerang, dan mengambil kembali kendali pesawat.
Pesawat Flydubai dengan nomor penerbangan FZ1073 itu sedang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv ketika insiden terjadi. Menurut keterangan pejabat Israel, co-pilot yang disebut berkewarganegaraan Oman menikam Machchhar dan diduga berusaha membuat pesawat jatuh.
Dalam waktu kurang dari 30 detik, pesawat turun hampir 14.000 kaki atau sekitar 4.300 meter. Situasi berubah menjadi kepanikan di dalam kabin.
Namun, di tengah kondisi tersebut, Machchhar yang sudah terkapar di lantai kokpit masih mampu menekan mekanisme pembuka pintu. Keputusan itu memungkinkan penumpang dan kru masuk ke ruang kendali pesawat.
Tindakan tersebut kemudian menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan pesawat kembali dikendalikan dan akhirnya mendarat dengan selamat di Tabuk, Arab Saudi.
Dilansir dari Guardian, berdasarkan kesaksian dari orang-orang yang masuk ke kokpit menggambarkan kondisi Machchhar saat itu sangat serius.
Yaniv Hayoun, salah satu penumpang yang ikut masuk ke kokpit, mengatakan Machchhar berada di sisi lain pintu dalam kondisi sudah ditusuk.
"Yang membuat kami kesulitan adalah [Machchhar] sendiri. Dia telah ditikam dan berada di sisi lain pintu," kata Hayoun.
Ketika pintu akhirnya terbuka, kondisi Machchhar sudah sangat mengkhawatirkan.
Dr Shota Musaev, seorang dokter gigi yang ikut berlari menuju kokpit, mengatakan mereka menemukan penyerang berada di atas Machchhar sambil terus menusuk pilot tersebut.
Musaev kemudian berusaha memberikan pertolongan kepada Machchhar yang kehilangan banyak darah.
"Dia dipenuhi luka - kepalanya, tangannya - mereka praktis teriris terbuka, hampir terputus menjadi dua... dia telah kehilangan banyak darah dan dalam kondisi buruk," kata Musaev.
Menurutnya, kondisi Machchhar saat itu sangat kritis.
"Saya pikir jika kita menunggu beberapa saat lagi, kita akan kehilangan dia." Tekanan darahnya telah menurun drastis, dia tiba-tiba kehilangan kesadaran, dan ada darah di mana-mana," ujarnya.
Musaev juga ikut membantu melumpuhkan penyerang dengan mengikatnya menggunakan kabel headphone dan pengikat plastik.
Begitu berhasil masuk, sejumlah penumpang tidak hanya berusaha menolong pilot, tetapi juga menghadapi penyerang yang masih berada di ruang kendali.
Hayoun termasuk orang yang ikut berada di dalam kokpit. Dalam situasi tersebut, ia kemudian berusaha membantu mengendalikan pesawat.
"Aku melompat mundur, mengambil kontrol, dan mulai menarik kembali pegangannya," kata Hayoun.
Ia mengatakan gerakan tersebut merupakan sesuatu yang pernah dilihatnya di tayangan televisi. Setelah itu, anggota kru lain mengambil alih kendali pesawat.
Ada pula penumpang lain yang membantu menahan pelaku hingga situasi di kokpit dapat dikendalikan.
Peran mereka menjadi krusial karena pesawat saat itu masih berada dalam kondisi tidak stabil setelah mengalami penurunan ketinggian yang sangat cepat.
Pilot Cadangan Ikut Selamatkan Pesawat
Setelah penyerang berhasil dilumpuhkan, kendali pesawat kemudian dapat diambil alih oleh pilot lain.
Penumpang Almog Itali mengatakan terdapat pilot cadangan di dalam penerbangan tersebut. Salah satunya disebut merupakan pilot Inggris yang sedang tidak bertugas.
"Pilot bantuan adalah orang Eropa, salah satunya orang Inggris, yang memasuki [kokpit] dan menarik pesawat ke atas, menarik kuk, menstabilkan pesawat dan mendaratkan kami di Arab Saudi," kata Itali dalam rekaman yang dipublikasikan BBC.
Laporan lain menyebut pilot cadangan tersebut kemungkinan berasal dari Afrika Selatan atau Selandia Baru.
Pesawat akhirnya berhasil mendarat di Bandara Tabuk, Arab Saudi. Machchhar kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Pejabat India memastikan Machchhar telah menjalani operasi dan berada dalam kondisi stabil. Pemerintah India juga mengatakan telah berkomunikasi dengan istri dan dua anak Machchhar yang masing-masing berusia tujuh tahun dan dua tahun.