← Beranda
Zona Demiliterisasi Kembali Makan Korban, Korsel Usulkan Perundingan Dengan Korut Secepatnya
Antara• Sabtu, 3 Oktober 2026 | 00.29 WIB
'Gerbang Menuju Reunifikasi' tertulis di pintu masuk Zona Demiliterisasi DMZ di Korea Selatan (Dok ANTARA News/Azizah Fitriyanti)

JawaPos.com - Menteri Unifikasi Korea Selatan Chung Dong-young mengusulkan kepada Korea Utara untuk memulai perundingan terkait ledakan ranjau di dalam zona demiliterisasi (DMZ) pekan lalu yang melukai tiga personel militer Korsel, menurut kantor berita Yonhap pada Jumat.

"Pada akhirnya, akar masalah insiden ini terletak pada persoalan garis gencatan senjata," kata Chung seperti dikutip Yonhap dikutip dari Antara Jumat (2/10).

"Saya, sebagai Menteri Unifikasi, mengusulkan kepada Korut: Kita harus bertemu sekarang dan berkomunikasi. Setidaknya kita harus mulai berkomunikasi, memverifikasi Garis Demarkasi Militer (MDL) dan melakukan survei ulang terhadap garis itu," imbuh Chung.

Pada 21 September, tiga orang, termasuk dua tentara Korsel, terluka dalam ledakan yang diduga berasal dari dua ranjau di zona demiliterisasi. Sebuah ranjau lain yang belum meledak kemudian ditemukan di area yang sama.

“Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Perjanjian Gencatan Senjata dan merusak semangat perjanjian antar-Korea yang ada, sehingga harus segera dihentikan,” kata Direktur Operasi Kepala Staf Gabungan (JCS), Letnan Jenderal Kang Hyun-woo.

“Kami menegaskan secara eksplisit bahwa Korea Utara memikul tanggung jawab penuh atas segala konsekuensi yang mungkin timbul di masa depan,” tambahnya.

Menurut Seoul, ranjau antipersonel berbahan resin milik Korea Utara yang sengaja ditanam di sisi selatan Garis Demarkasi Militer sangat mungkin menjadi penyebab ledakan pada 21 September itu.

 

Korut membantah terlibat dalam insiden tersebut dan menyebut tuduhan Seoul sebagai tindakan provokasi. Korut menuding Korsel memanipulasi hasil penyelidikan serta memperingatkan akan melakukan pembalasan segera dan tanpa ampun jika pasukannya ditembaki.

 

“Hal yang tidak boleh diabaikan adalah fakta bahwa para gangster bersenjata ROK kini mengarang hasil yang tidak berdasar dan ‘membenarkan tindakan mereka’ untuk melakukan provokasi politik dan militer terhadap DPRK, dengan secara terbuka membicarakan 'penerapan langkah-langkah yang wajar dan sesuai’,” kata Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korut Kim Jong-un yang berpengaruh.

 

EDITOR: Diar Candra