← Beranda
Pilot Pesawat Flydubai Ditusuk: Kesaksian Kapten Smit Berjuang Selamatkan 170 Penumpang
Rian Alfianto• Sabtu, 3 Oktober 2026 | 23.09 WIB
Kapten Smit Machchhar berbicara dengan PM India Narendra Modi. (Kapten Smit Machchhar)

 

JawaPos.com - Kapten Smit Machchhar masih terbaring di lantai kokpit ketika menyadari pesawat yang diterbangkannya kehilangan ketinggian secara drastis.

Dalam kondisi terluka setelah diserang co-pilot, pilot asal India itu hanya memiliki satu pikiran: membuka pintu kokpit agar orang lain bisa masuk dan menghentikan serangan sebelum seluruh penumpang menjadi korban.

"Saya terbaring di lantai dalam kondisi terluka, tetapi saya mengatakan kepada diri sendiri untuk melakukan satu dorongan terakhir agar bisa membuka pintu dari dalam,” kata Machchhar saat berbicara melalui video call dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Baca Juga: Warren Buffett Naik ke Posisi 10 Orang Terkaya Dunia saat Era Kepemimpinannya di Berkshire Berakhir

Keputusan dalam hitungan detik itu kemudian menjadi titik balik penerbangan Flydubai FZ1073 yang membawa lebih dari 170 orang dari Dubai menuju Tel Aviv.

Dilansir via BBC, Machchhar mengatakan, dirinya sadar bukan hanya nyawanya yang berada dalam bahaya. Pesawat sedang menukik dan situasi di kokpit tidak terkendali.

"Orang lain datang dan juga berperan (dalam mengendalikan situasi). Tentu saja aku berjuang untuk hidupku sendiri, tetapi pada saat yang sama aku tahu aku tidak akan membiarkan orang lain mati," ujarnya.

Baca Juga: Benjamin Netanyahu Hadapi Ancaman dari Oposisi Menjelang Pemilu Israel

Pilot Ditusuk, Pesawat Kehilangan Ketinggian

Penerbangan FZ1073 awalnya berjalan seperti penerbangan rutin dari Dubai menuju Tel Aviv.

Namun, sekitar dua setengah jam setelah lepas landas, situasi berubah drastis.

Menurut laporan mengenai insiden tersebut, co-pilot menyerang Machchhar dengan senjata tajam.

Pada saat yang sama, pesawat mulai kehilangan ketinggian dengan sangat cepat.

Pesawat dilaporkan sempat menukik lebih dari 17.000 kaki atau sekitar 5.200 meter.

Sistem pesawat terlebih dahulu mengirimkan sinyal darurat kepada pengendali lalu lintas udara.

Baca Juga: AI Berpotensi Memperburuk Risiko Pemilu di Asia Tenggara Lewat Disinformasi dan Manipulasi Informasi

Tidak lama kemudian, kode transponder diubah menjadi 7500, kode internasional yang digunakan untuk mengindikasikan pembajakan.

Bagi Machchhar, kondisi tersebut berarti waktu untuk bertindak semakin sempit.

Dalam kondisi terluka, dia berusaha mencapai mekanisme pembuka pintu kokpit.

Baca Juga: Zona Demiliterisasi Kembali Makan Korban, Korsel Usulkan Perundingan Dengan Korut Secepatnya

“Saya terbaring di lantai dalam kondisi terluka, tetapi saya mengatakan kepada diri sendiri untuk melakukan satu dorongan terakhir agar bisa membuka pintu dari dalam,” kata Machchhar.

Pintu tersebut akhirnya terbuka.

Sejumlah penumpang dan kru kemudian masuk ke kokpit untuk membantu mengendalikan situasi.

Baca Juga: Netanyahu Disebut Dalang Dugaan Pembajakan Flydubai, Ada Agenda Seret AS Perang Iran

Mereka berusaha melumpuhkan co-pilot, sementara pilot lain mengambil alih kendali pesawat.

Saya tidak akan membiarkan orang lain mati

Machchhar mengatakan perjuangannya saat itu bukan semata-mata untuk menyelamatkan dirinya.

Dia sadar ada lebih dari 170 orang di belakang pintu kokpit yang nasibnya bergantung pada apa yang terjadi di ruang kendali.

“Saya tentu berjuang untuk hidup saya sendiri, tetapi pada saat yang sama saya tahu saya tidak akan membiarkan orang lain mati,” kisahnya.

Baca Juga: Donald Trump Umumkan Kesepakatan Pengawasan AI Bersama CEO Teknologi

Kesaksian tersebut menggambarkan bagaimana keputusan membuka pintu kokpit menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan penerbangan.

Setelah penumpang dan kru berhasil masuk, situasi di kokpit perlahan dapat dikendalikan.

Pilot lain kemudian membantu menstabilkan pesawat hingga akhirnya penerbangan dialihkan ke Tabuk, Arab Saudi.

Baca Juga: Arab Saudi Didesak Berdamai dengan Uni Emirat Arab untuk Memperkuat Perlawanan Terhadap Houthi

Machchhar kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

17 tahun menerbangkan pesawat

Machchhar mengatakan pengalaman selama 17 tahun menjadi pilot membantunya memahami bahwa ada sesuatu yang sangat tidak normal dengan pesawat.

Dia mengatakan mampu mengenali perubahan kondisi pesawat berdasar pengalaman yang dimilikinya.

Baca Juga: Perdana Menteri Qatar Tuduh Israel Berulang Kali Menghambat Gencatan Senjata di Gaza

"Saya telah menerbangkan pesawat selama 17 tahun dan dapat mengetahui apa yang terjadi pada pesawat itu bahkan dengan mata tertutup," kata Smit Machchhar kepada Modi.

Pengalaman itu menjadi sangat penting ketika dirinya sendiri sedang terluka dan berada dalam situasi yang penuh tekanan.

Alih-alih hanya berusaha bertahan, Machchhar masih mampu memahami bahwa pesawat sedang berada dalam kondisi berbahaya dan harus segera dikendalikan.

Setelah berhasil dievakuasi dari pesawat, Machchhar sempat menjalani perawatan di Tabuk sebelum kemudian diterbangkan ke Abu Dhabi. Kondisinya dilaporkan stabil.

Kedutaan Besar India di UEA pada Kamis mengatakan Machchhar dalam kondisi baik dan terus menjalani pemulihan.

Duta Besar India untuk UEA, Deepak Mittal, mengatakan dirinya bangga terhadap keberanian Machchhar setelah bertemu dengan pilot tersebut.

Meski mengalami luka akibat serangan tersebut, Machchhar mengatakan tidak ingin memandang luka itu sebagai sesuatu yang menghambat proses pemulihan.

"Saya tidak melihat luka ini seperti luka karena itu akan membuat pemulihan saya semakin sulit," kata Smit Machchhar.

Dia memilih melihat proses tersebut sebagai bagian dari perjalanan yang membutuhkan waktu.

"Saya melihatnya sebagai perjalanan yang berjalan perlahan dan akan memakan waktu, tetapi saya yakin bahwa pemulihan akan terjadi dan saya akan kembali bugar dan sehat," tutur Smit Machchhar.

Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya mendapatkan perhatian luas di India.

Media sosial India dipenuhi pujian terhadap Machchhar sejak identitasnya sebagai pilot yang terluka dalam insiden tersebut diketahui publik.

Modi: Keberanian Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan, tindakan Machchhar menunjukkan keberanian dan kemampuan mengambil keputusan dalam situasi ekstrem.

"Keberanian, kesabaran, dan pengambilan keputusannya yang cepat menyelamatkan nyawa begitu banyak orang,” kata Modi.

Menurut dia, keberanian pilot tersebut membuat banyak orang di India merasa bangga.

Setelah situasi di kokpit berhasil dikendalikan, pesawat tidak melanjutkan perjalanan ke Tel Aviv.

Penerbangan tersebut dialihkan ke Tabuk, Arab Saudi, dan mendarat dengan selamat.

Machchhar kemudian mendapat penanganan medis sebelum dipindahkan ke Abu Dhabi.

Sementara itu, otoritas Uni Emirat Arab memimpin penyelidikan untuk mengetahui motif sebenarnya di balik serangan tersebut.

Penyelidik juga akan mencari tahu apakah aksi itu dilakukan seorang diri atau melibatkan pihak lain.

Penyelidikan tersebut menjadi penting karena pesawat terdaftar di UEA dan beroperasi di bawah bendera negara tersebut.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah