← Beranda
Jepang Mandek di Peringkat 12 Inovasi Dunia, Tertinggal dari Korea Selatan dan Tiongkok
Dhimas Ginanjar• Selasa, 6 Oktober 2026 | 02.45 WIB
Bendera Jepang. (Kyodo)

JawaPos.com - Jepang masih berada di peringkat ke-12 dalam Global Innovation Index tahun ini, tertinggal dari Korea Selatan, Singapura, dan Tiongkok. Posisi tersebut menunjukkan Jepang belum banyak bergerak dalam upaya meningkatkan daya saing inovasinya di tingkat global.

Dilansir dari Kyodo, Senin (5/10), laporan tahunan Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) menempatkan Jepang di posisi yang sama seperti tahun sebelumnya.

Hasil tersebut juga membuat Jepang masih jauh dari target pemerintah untuk menempatkan negara itu di peringkat keempat atau lebih tinggi dalam Global Innovation Index pada 2035. Target tersebut tercantum dalam strategi kekayaan intelektual Jepang untuk 2025.

Korea Selatan menjadi negara dengan peringkat tertinggi di kawasan Asia-Pasifik, yakni posisi keempat. Singapura berada di peringkat kelima, sedangkan Tiongkok menempati posisi ke-10.

Posisi Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.

Indeks tersebut menggunakan sekitar 80 indikator untuk mengevaluasi kinerja inovasi 139 negara dan ekonomi. Swiss menempati posisi pertama untuk tahun ke-16 berturut-turut, disusul Swedia dan Amerika Serikat.

Laporan tersebut menyebut Jepang memiliki kekuatan dalam inovasi industri dan korporasi yang termasuk salah satu yang terkuat di dunia.

Kawasan Tokyo-Yokohama juga menempati posisi kedua sebagai klaster inovasi terbesar dunia. Menurut laporan, posisi tersebut mencerminkan "bobot global aktivitas paten, penelitian, dan modal ventura Jepang."

Sementara itu, kawasan Shenzhen-Hong Kong-Guangzhou di Tiongkok mempertahankan posisi pertama dalam daftar klaster inovasi teratas dunia.

Meski memiliki kekuatan di sektor industri dan korporasi, Jepang masih tertinggal dalam sejumlah bidang. Beberapa di antaranya adalah pendidikan tinggi, jumlah lulusan sains dan teknik, serta lapangan kerja berbasis pengetahuan.

Penurunan jumlah penduduk usia muda juga menjadi salah satu faktor yang membebani kinerja inovasi Jepang, menurut laporan tersebut.

"Jepang memiliki salah satu sistem inovasi paling konsisten di dunia," kata Sacha Wunsch-Vincent, salah satu editor laporan tersebut.

"Penelitian yang dilakukan perusahaan-perusahaan Jepang secara mendalam, ditambah hubungan erat dengan universitas dan lembaga publik, membuat Jepang tetap berada di antara negara dengan ekonomi inovasi teratas dari tahun ke tahun," lanjutnya.

Laporan tersebut juga menyoroti pertumbuhan investasi global dalam inovasi teknologi.

Pengeluaran penelitian dan pengembangan (R&D) global diperkirakan tumbuh 3,3 persen secara riil pada 2025 dibandingkan setahun sebelumnya. Angka tersebut diproyeksikan kembali meningkat 3,6 persen pada 2026 menjadi USD 3,4 triliun atau sekitar Rp59,9 kuadriliun.

Sementara itu, nilai investasi modal ventura meningkat sekitar 28 persen menjadi USD 510 miliar atau sekitar Rp8.991 triliun pada 2025.

Kecerdasan buatan (AI) menyumbang 53 persen dari total nilai kesepakatan modal ventura global tersebut, menurut laporan WIPO.

EDITOR: Dhimas Ginanjar