← Beranda
Marinir AS Ditangkap karena Dugaan Bunuh Warga Okinawa, Jepang Layangkan Protes Keras
Dhimas Ginanjar• Selasa, 6 Oktober 2026 | 02.48 WIB
Polisi melakukan penyelidikan pada 4 Oktober 2026 di sekitar sebuah hotel tempat seorang perempuan ditemukan tewas di Naha, Prefektur Okinawa. (Kyodo)

JawaPos.com - Seorang anggota Marinir Amerika Serikat (AS) berusia 20 tahun ditangkap di Okinawa atas dugaan merampok dan membunuh seorang perempuan lokal. Kasus tersebut langsung memicu protes keras pemerintah Jepang dan kemarahan Gubernur Okinawa Genta Koja.

Dilansir dari Kyodo, Senin (5/10), Devin Ballard yang ditempatkan di Pangkalan Udara Futenma diduga membunuh Anna Yagi, 39, serta mengambil dompet dan ranselnya di sebuah hotel di Naha pada Sabtu dini hari. Ballard membantah tuduhan tersebut.

Polisi Prefektur Okinawa mengatakan Ballard terlihat memasuki hotel bersama Yagi. Perempuan tersebut kemudian ditemukan meninggal pada Sabtu pagi akibat mati lemas.

Ballard ditahan setelah seorang polisi menemukan dan menghentikannya ketika berjalan sendirian di sebuah jalan di kawasan hiburan Naha pada Sabtu malam.

Pemerintah Jepang segera menyampaikan protes kepada pihak AS di berbagai tingkat. Jepang menyebut dugaan kejahatan tersebut sebagai tindakan yang "brutal dan keji".

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melalui X menyatakan sangat menyesalkan terjadinya kasus tersebut.

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi juga memanggil Duta Besar AS untuk Jepang George Glass ke kementerian dan menyampaikan "protes keras".

Motegi meminta AS bekerja sama penuh dalam penyelidikan serta memperkuat disiplin dan mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Glass berjanji AS akan bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas Jepang dalam penyelidikan. Dia juga mengatakan AS akan melakukan segala upaya untuk mencegah insiden serupa.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi turut menyampaikan protes kepada Letjen Stephen Jost, Komandan Pasukan AS di Jepang, di Tokyo.

Sebelumnya, Glass mengatakan telah menghubungi Gubernur Okinawa Genta Koja. Dia menyampaikan belasungkawa sekaligus menjanjikan kerja sama penuh selama penyelidikan berlangsung.

Koja, yang baru menjabat sebagai gubernur Okinawa bulan lalu, mengatakan kasus tersebut telah menimbulkan "guncangan luar biasa" bagi masyarakat Okinawa.

"Ini sama sekali tidak dapat diterima dan sangat keterlaluan," kata Koja dalam sebuah pernyataan.

Kasus yang melibatkan personel militer AS sebelumnya juga telah memicu kemarahan warga Okinawa. Prefektur tersebut menjadi lokasi sebagian besar instalasi militer AS di Jepang.

"Kami sangat berduka atas kehilangan anggota keluarga kami," kata kakak laki-laki Yagi dalam pernyataan yang disampaikan melalui kepolisian setempat.

Berdasarkan Status of Forces Agreement atau SOFA antara Jepang dan AS, Jepang memiliki hak utama untuk menjalankan yurisdiksi atas pelanggaran yang dilakukan personel militer AS yang sedang tidak bertugas.

Ballard kini tetap berada dalam tahanan Jepang setelah ditangkap polisi Prefektur Okinawa di luar pangkalan militer.

Kasus tersebut terjadi ketika pembangunan untuk memindahkan Pangkalan Udara Korps Marinir AS Futenma di dalam wilayah Okinawa masih berlangsung, meski terus mendapat penolakan dari masyarakat setempat.

Korps Marinir AS menyatakan pihaknya "secara aktif bekerja sama dengan otoritas Jepang dalam menanggapi dugaan tindakan kriminal serius yang dilakukan seorang Marinir."

EDITOR: Dhimas Ginanjar