JawaPos.com - Meta Platforms, perusahaan induk Facebook milik Mark Zuckerberg, meraih kemenangan penting dalam sengketa pajak dengan otoritas Amerika Serikat (AS) setelah Pengadilan Pajak AS menolak metode penghitungan royalti tahunan yang diajukan Internal Revenue Service (IRS).
Dilansir dari Irish Independent, Senin (5/10/2026), putusan ini juga berpotensi menjaga aliran penerimaan pajak Irlandia dari salah satu perusahaan teknologi terbesar dunia. Perkara tersebut menyangkut struktur pajak Meta yang telah dipersoalkan selama bertahun-tahun.
Putusan terbaru itu berkaitan dengan cara menentukan pembayaran royalti tahunan yang dilakukan anak perusahaan Facebook di Irlandia kepada entitas terkait di Amerika Serikat. Bloomberg Tax melaporkan, Pengadilan Pajak AS pada 29 September membolehkan Facebook menggunakan struktur pembayaran royalti yang telah disusunnya, alih-alih metode tarif tunggal yang diusulkan IRS.
Perselisihan ini berakar pada struktur bisnis yang dibuat Facebook pada 2010 melalui perjanjian pembagian biaya dengan anak usahanya di Irlandia. Struktur tersebut memungkinkan hak atas berbagai platform, merek dagang, teknologi, dan aset tak berwujud lainnya digunakan melalui entitas Irlandia. Skema itu membuat sebagian keuntungan dari aktivitas Facebook di luar AS dan Kanada dikenai pajak melalui Irlandia yang saat itu memiliki tarif korporasi lebih rendah.
Baca Juga: Michael Dell Naik ke Posisi Keempat Orang Terkaya Dunia, Salip Mark Zuckerberg dan Sergey Brin
IRS kemudian menggugat Facebook pada 2016 dan menilai perusahaan telah meremehkan nilai aset tidak berwujud yang dipindahkan dari AS ke Irlandia. Otoritas pajak AS menilai transaksi awal 2010 seharusnya bernilai USD 19,9 miliar atau sekitar Rp356,0 triliun dengan kurs Rp17.890 per dolar AS, jauh di atas valuasi Facebook sebesar USD 6,3 miliar atau sekitar Rp112,7 triliun.
Pada 2025, Hakim Cary Douglas Pugh mengambil posisi di antara kedua angka tersebut. Dia menetapkan nilai transaksi sekitar USD 7,8 miliar atau Rp139,5 triliun. Putusan itu sekaligus menyatakan metode yang digunakan IRS dapat diterapkan, tetapi perhitungan otoritas tersebut menggunakan sejumlah input yang keliru sehingga kedua pihak harus menghitung ulang kewajiban pajaknya.
Kini, persoalan yang tersisa adalah bagaimana nilai USD 7,8 miliar itu dikonversi menjadi pembayaran royalti tahunan. Pugh menolak pendekatan tarif tetap IRS dan membolehkan Meta menggunakan struktur pembayaran yang telah dibuat dalam dokumentasi perjanjian. Meta sebelumnya berargumen bahwa tingkat royalti harus berbeda menurut kategori aset dan dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi.
Seorang pakar pajak korporasi yang dikutip Irish Independent menyebut putusan tersebut sebagai keuntungan penting bagi kedua pihak. "Ini adalah hari yang baik bagi Facebook dan hasil yang cukup baik bagi Irlandia juga, meskipun ini bukan kemenangan penuh," ujarnya. Bloomberg Tax juga mengonfirmasi bahwa putusan terbaru memberikan Facebook ruang menggunakan struktur royalti sendiri dalam menghitung pembayaran tahunan kepada entitas AS.
Dampaknya melampaui Meta. Pakar tersebut memperingatkan bahwa kemenangan IRS dalam perkara semacam ini dapat mengurangi basis pajak Irlandia karena sebagian kewajiban pajak berpotensi berpindah ke AS. "IRS menginginkan porsi keuntungan yang dikenai pajak di Amerika Serikat menjadi lebih besar. Jika upaya seperti ini berhasil, sebagian keuntungan yang selama ini dikenai pajak di Irlandia dapat berpindah ke AS, sehingga penerimaan pajak Irlandia berpotensi berkurang," katanya.
Risiko lainnya menyangkut preseden global dalam penentuan lokasi dan nilai aset tidak berwujud perusahaan multinasional. "Jika IRS berhasil dalam tantangan terhadap aset tidak berwujud secara umum, dalam hal lokasi aset, penetapan harga, dan valuasinya, hal itu akan sangat signifikan bagi Irlandia," ujar sumber yang sama.
Baca Juga: Muse Meta Jadi Aplikasi Gratis Terlaris, Mark Zuckerberg Kembali Membidik Platform Digital Baru
Karena itu, kemenangan Meta tidak berhenti pada persoalan berapa besar royalti yang dibayarkan setiap tahun. Perkara ini memperlihatkan bagaimana perebutan hak pemajakan atas kekayaan intelektual perusahaan teknologi kini berlangsung lintas yurisdiksi, dengan Amerika Serikat berusaha menarik lebih banyak basis pajak ke dalam negeri, sementara Irlandia berkepentingan mempertahankan penerimaan dari kehadiran perusahaan multinasional. Putusan terbaru memperkuat posisi Meta untuk saat ini, tetapi sengketa pajak bernilai besar tersebut belum sepenuhnya berakhir.